Home Karimun Impian Puluhan Atlet Porprov Kepri VI Terancam Pupus Akibat Polemik Panjat Tebing

Impian Puluhan Atlet Porprov Kepri VI Terancam Pupus Akibat Polemik Panjat Tebing

Pembatalan cabor panjat tebing Porprov Kepri VI 2026 membuat puluhan atlet menangis kecewa dan impian mereka terancam pupus.(Foto: Junizar)
Banner DPRD Batam 2026

WARTAKEPRI.co.id, TANJUNGPINANG – Harapan yang telah dibangun selama berbulan-bulan melalui latihan keras, keringat, dan pengorbanan kini terancam pupus.

Impian puluhan atlet panjat tebing untuk tampil dan mengharumkan nama daerah di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kepulauan Riau (Kepri) VI 2026 harus menghadapi kenyataan pahit setelah pertandingan cabang olahraga (cabor) tersebut diputuskan batal digelar.

Keputusan tersebut menyisakan luka mendalam bagi para atlet yang telah mempersiapkan diri dengan penuh semangat.

Tangis dan suasana haru pun pecah ketika mereka mengetahui kesempatan yang selama ini dinantikan berpotensi hilang begitu saja.

Di balik pembatalan tersebut, tersimpan kisah perjuangan para atlet yang telah mengorbankan waktu, tenaga, bahkan mungkin kesempatan lainnya demi satu tujuan, bertanding di panggung olahraga tingkat provinsi dan memberikan yang terbaik untuk daerah masing-masing.

Polemik ini bermula dari protes empat Pengurus Cabang (Pengcab) Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), yakni Tanjungpinang, Bintan, Karimun, dan Natuna.

Keempat Pengcab tersebut mempersoalkan keabsahan empat atlet yang didaftarkan kontingen Kota Batam. Mereka menduga para atlet tersebut berasal dari luar Provinsi Kepri, sehingga mempertanyakan pemenuhan persyaratan untuk mengikuti Porprov Kepri VI 2026.

Persoalan itu kemudian dibahas dalam perundingan yang berlangsung alot hingga Senin (2/11/2026) malam di Hotel Pelangi, Tanjungpinang.

Namun, pertemuan yang diharapkan menjadi jalan keluar justru berakhir dengan keputusan mengecewakan. Ketua KONI Kepri memutuskan membatalkan seluruh pertandingan cabor panjat tebing.

Keputusan tersebut sontak menimbulkan kekecewaan, terutama bagi puluhan atlet yang tidak memiliki keterkaitan langsung dengan polemik keabsahan empat atlet kontingen Batam.

Ketua Umum KONI Tanjungpinang, Abdul Halim, menyayangkan keputusan pembatalan tersebut.

Menurutnya, persoalan administrasi dan keabsahan atlet seharusnya dapat diselesaikan secara adil tanpa harus mengorbankan kesempatan puluhan atlet lainnya untuk bertanding.

“Ajang ini merupakan perhelatan besar untuk membangun prestasi pemuda di dunia olahraga. Ketika polemik ini muncul, solusinya sebenarnya sederhana: bersikap adil dan fair saja,” ujar Abdul Halim seusai perundingan bersama empat Pengcab.

Halim menilai, Panitia Besar (PB) Porprov sebelumnya telah menjalankan tugas sesuai prosedur, termasuk melakukan pemeriksaan terhadap persyaratan dan keabsahan atlet.

Karena itu, ia merasa keputusan pembatalan seluruh pertandingan justru menjadi pukulan bagi pembinaan olahraga dan perjuangan para atlet yang telah mempersiapkan diri jauh-jauh hari.

“PB Porprov sudah melakukan tugasnya. Kalau ada keputusan sepihak, itu diktator dan tidak baik buat pembinaan olahraga. Kita semua sudah mendengar keluh kesah adik-adik atlet, bagaimana mereka berdarah-darah menyiapkan diri untuk bertarung di ajang ini,” tegasnya.

Dengan penuh harapan, Halim meminta Ketua KONI Kepri mempertimbangkan kembali keputusan tersebut. Ia berharap masih ada kesempatan bagi para atlet untuk menyelamatkan impian mereka.

“Saya berharap Ketua KONI Kepri menarik balik kata-kata itu. Mungkin keputusan itu berangkat dari emosi saat rapat. Tapi paling tidak, hargailah apa yang sudah dianalisis, diriset, dan diputuskan oleh PB Porprov terkait keabsahan,” katanya.

Kesedihan paling mendalam tentu dirasakan oleh para atlet yang telah berjuang selama berbulan-bulan demi bisa tampil di Porprov Kepri VI 2026.

Latihan demi latihan telah dijalani. Rasa lelah, cedera, dan pengorbanan waktu menjadi bagian dari perjalanan mereka. Namun, ketika kesempatan untuk menunjukkan hasil perjuangan itu semakin dekat, mereka justru dihadapkan pada keputusan yang membuat impian tersebut terancam sirna.

Aprilia, salah seorang atlet panjat tebing kontingen Tanjungpinang, tak mampu menyembunyikan kemarahannya atas keputusan tersebut.

Baginya, sangat menyakitkan ketika perjuangan puluhan atlet yang telah bekerja keras harus ikut menjadi korban dari polemik yang hanya melibatkan empat atlet.

“Jangan hanya karena empat orang atlet yang tidak jelas asalnya, mengorbankan kami yang telah bekerja keras selama ini untuk Porprov,” ujar Aprilia dengan nada emosional.

Di tengah kekecewaan itu, Aprilia juga membantah anggapan bahwa protes empat Pengcab FPTI dilatarbelakangi ketakutan menghadapi kekuatan kontingen Batam.

Ia menegaskan, para atlet tidak pernah takut menghadapi siapa pun. Bagi mereka, kemenangan bukanlah satu-satunya tujuan. Kesempatan untuk bertanding, menunjukkan kemampuan, dan memberikan kebanggaan bagi daerah jauh lebih berarti.

“Kalau berpikir kami takut dengan Batam, itu salah besar. Kami tidak takut dengan Batam. Kami hanya ingin bertanding, urusan menang belakangan. Kami hanya ingin memberikan yang terbaik untuk daerah kami,” tegasnya lagi.

Hingga kini, para atlet dan pengurus cabang masih menyimpan harapan agar KONI Kepri bersedia meninjau ulang keputusan pembatalan pertandingan panjat tebing.

“Kami berharap polemik keabsahan atlet dapat diselesaikan melalui mekanisme yang adil dan sesuai aturan, tanpa harus mengorbankan puluhan atlet yang telah berjuang keras untuk tampil di Porprov Kepri VI 2026,” imbuhnya.

Sebab, di balik setiap atlet yang berlatih, kata Aprilia, ada mimpi, harapan, dukungan keluarga, serta pengorbanan yang tidak sedikit.

Porprov menurut Aprilia, seharusnya menjadi panggung bagi para atlet untuk menunjukkan kemampuan dan meraih prestasi, bukan menjadi akhir dari perjuangan mereka akibat polemik yang belum terselesaikan.

“Puluhan atlet hanya bisa berharap keputusan tersebut berubah. Kami masih ingin bertanding, masih ingin berjuang, dan masih ingin membuktikan bahwa seluruh pengorbanan selama ini tidak sia-sia,” tandasnya.

Penulis: Junizar
Editor: Azis

WhasApp

Google News WartaKepri