Home TNI POLRI Dermaga Lampung Diperlebar Demi Kapal Tempur Raksasa, Pulau Kelagian Disulap Jadi Benteng...

Dermaga Lampung Diperlebar Demi Kapal Tempur Raksasa, Pulau Kelagian Disulap Jadi Benteng Maritim

Koarmada RI menerima penjelasan mengenai progres pengembangan infrastruktur militer di Lanal Lampung. (Foto: Dok. Dispen Koarmada RI)
Koarmada RI menerima penjelasan mengenai progres pengembangan infrastruktur militer di Lanal Lampung. (Foto: Dok. Dispen Koarmada RI)

LAMPUNG, – Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) RI, Laksamana Madya TNI Denih Hendrata, turun tangan langsung dalam inspeksi mendadak kekuatan Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Lampung pada Sabtu (4/6).

Kunjungan kerja berbau strategis ini mengisyaratkan keseriusan TNI Angkatan Laut dalam memperkuat “gigi” pertahanan di Gerbang Barat Indonesia jelang pengamanan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I.

Dalam agenda yang berlangsung tertutup dan ketat ini, Laksdya Denih tidak hanya sekadar memeriksa barisan pasukan, tetapi fokus pada percepatan pembangunan infrastruktur vital.

Titik berat inspeksi adalah proyek perluasan kapasitas dermaga Lanal Lampung. Fasilitas labuh ini sedang dikebut pengerjaannya agar mampu menyandarkan kapal-kapal perang penjelajah berukuran besar secara aman dan simultan.

“Kami pastikan dermaga ini tidak hanya panjang, tetapi punya daya dukung kuat. Kapal-kapal kombatan besar harus bisa merapat tanpa kendala saat menggelar operasi laut skala penuh,” tegas orang nomor satu di jajaran armada RI tersebut.

Tak berhenti di dermaga, Pangkoarmada juga menginspeksi langsung produksi ponton baja apung. Komponen vital ini dirancang sebagai infrastruktur modular penunjang mobilitas logistik dan sistem labuh apung di pangkalan yang memiliki keterbatasan garis pantai.

Momen paling krusial dari rangkaian inspeksi ini adalah penyeberangan Laksdya Denih bersama jajaran Pejabat Utama (PJU) Koarmada RI ke Pulau Kelagian. Pulau terluar yang berada di perairan strategis Lampung ini diproyeksikan naik kelas menjadi benteng pertahanan maritim terdepan.

Dalam briefing lapangan, Pangkoarmada mengidentifikasi titik-titik potensial untuk penempatan radar pengawas dan pos pemantau pergerakan kapal asing. “Kami tidak mau main-main. Seluruh fasilitas labuh dan pos-pos pengamatan di pulau ini harus combat ready. Jalur laut Lampung adalah urat nadi strategis yang wajib kita kunci,” ujar Denih dengan nada serius.

Sebelum inspeksi, Komandan Lanal Lampung, Letkol Laut (P) Irianto Kurniawan, telah memberikan paparan situasi keamanan laut terkini yang menunjukkan peningkatan aktivitas pelayaran gelap. Kehadiran infrastruktur di Pulau Kelagian diharapkan menjadi sistem deteksi dini yang memperkuat respon Kapal Republik Indonesia (KRI) yang sedang berpatroli.

Di tengah ketegangan inspeksi militer, terlihat sisi humanis Pangkoarmada. Di sela-sela peninjauan, Laksdya Denih menyempatkan diri mendatangi area perkebunan milik pangkalan. Ia ikut memanen buah melon hasil budidaya para prajurit Lanal Lampung.

Momen ini menjadi simbol kuat bahwa di balik kesiapsiagaan tempur, Prajurit Jalasena tetap produktif mendukung program ketahanan pangan nasional. “Kita tunjukkan bahwa prajurit TNI AL tidak hanya jago di laut, tapi juga mampu mengolah daratan untuk kesejahteraan. Tempur siap, pangan pun kuat,” pungkas Denih.

Iwan Septiawan Pengamat pertahanan menilai penguatan Lanal Lampung dan Pulau Kelagian adalah langkah antisipatif terhadap kerawanan di Selat Sunda. Dengan rampungnya perluasan dermaga, TNI AL dipastikan mampu memangkas waktu bongkar muat logistik tempur dan mempercepat rotasi gelar KRI di wilayah rawan.

Dengan postur dermaga baru dan radar di Pulau Kelagian, Koarmada RI menunjukkan deterrence effect terhadap potensi pelanggaran kedaulatan di perairan barat Indonesia.

(RK/wk)

Google News WartaKepri

WhasApp

Banner DPRD Batam 2026