Home Karimun Hadapi Kekeringan dan Karhutla, Bupati Karimun Keluarkan Edaran dan Minta Masyarakat Hemat...

Hadapi Kekeringan dan Karhutla, Bupati Karimun Keluarkan Edaran dan Minta Masyarakat Hemat Air

Bupati Karimun Iskandarsyah
Bupati Karimun Iskandarsyah resmi menerbitkan Surat Edaran yang menginstruksikan seluruh masyarakat dan perangkat daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kekeringan serta Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) selama musim kemarau. Langkah antisipasi ini diambil merespons peringatan dini dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).(Foto: Junizar)
Banner DPRD Batam 2026

WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Menghadapi potensi kekeringan dan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) akibat kondisi cuaca panas dan musim kemarau, Bupati Karimun Iskandarsyah, mengeluarkan Surat Edaran sebagai langkah antisipasi sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dan seluruh perangkat daerah.

Surat edaran tersebut diterbitkan sebagai tindak lanjut atas peringatan dini dan langkah-langkah kesiapsiagaan yang disampaikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terkait potensi kekeringan dan Karhutla.

Dalam edaran tersebut, pemerintah daerah menekankan pentingnya koordinasi dan kesiapsiagaan lintas sektor.

Sejumlah sektor juga diminta meningkatkan kewaspadaan, mulai dari pangan dan pertanian, pengelolaan sumber daya air, kehutanan, kebersihan dan pemadaman kebakaran, hingga pemantauan cuaca serta sistem peringatan dini.

Selain itu, pelaporan setiap kejadian dan penguatan saluran komunikasi darurat juga menjadi bagian penting dalam upaya menghadapi dampak musim kemarau.

Bupati Karimun Iskandarsyah memberikan perhatian khusus terhadap kondisi Pulau Kundur yang saat ini mulai mengalami penurunan debit air selama musim kemarau.

Pemerintah daerah telah meminta perangkat daerah di Pulau Kundur, untuk turun langsung memantau kondisi masyarakat, khususnya berkaitan dengan pendistribusian air bersih kepada pelanggan Perumda Tirta Mulia Karimun serta kondisi sumur milik masyarakat.

“Kami sudah minta perangkat daerah di Pulau Kundur untuk bergerak cepat ke masyarakat melihat kondisi pendistribusian air bersih pelanggan Perumda Tirta Mulia Karimun,” ujar Iskandarsyah, Selasa (25/8/2026).

“Selain itu, kondisi sumur masyarakat juga kami minta diperhatikan. Bagi yang mengalami kekeringan dan memerlukan distribusi air agar dilaporkan,” tambah Iskandarsyah.

Menurutnya, data mengenai wilayah yang mengalami kesulitan air bersih akan menjadi bahan pemetaan untuk menentukan lokasi prioritas pembangunan sumur bor yang direncanakan mendapat dukungan dari BNPB di Pulau Kundur.

“Berdasarkan perkiraan yang diterima pemerintah daerah, musim kemarau tahun 2026 diprediksi berlangsung hingga November. Kondisi tersebut diperkirakan lebih panjang dibandingkan musim kemarau pada 2025,” jelas Iskandarsyah.

Karena itu, Bupati meminta agar masyarakat mulai melakukan penghematan dan menggunakan air bersih secara bijak untuk mengantisipasi berkurangnya ketersediaan air.

“Menurut perkiraan, musim kemarau di tahun 2026 ini diprediksi bakal sampai bulan November dan ini lebih panjang waktunya ketimbang tahun 2025. Sehingga kondisi air bersih ini perlu kita pertimbangkan. Untuk itu kami juga berharap masyarakat dapat menggunakan air bersih seefisien mungkin,” katanya.

Ia menyebut, dampak musim kemarau juga berpotensi dirasakan sektor pertanian dan perkebunan.

Untuk itu, Bupati meminta para petani dan pekebun lebih selektif dalam menentukan jenis tanaman yang akan dibudidayakan.

“Pemilihan tanaman diharapkan disesuaikan dengan kondisi cuaca dan ketersediaan air agar risiko gagal panen dapat ditekan,” pungkasnya.

Langkah tersebut dinilai penting mengingat keterbatasan sumber air dapat memengaruhi pertumbuhan tanaman dan produktivitas pertanian selama musim kemarau.

“Selain persoalan air bersih, pemerintah daerah juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Karhutla,” imbuhnya.

Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan, terutama pada kondisi cuaca panas dan kering. Pembakaran yang tidak terkendali dapat dengan cepat meluas dan menimbulkan dampak terhadap lingkungan serta kesehatan masyarakat.

“Kami juga mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan di musim kemarau ini. Hindari melakukan aktivitas pembakaran lahan agar tidak menimbulkan kebakaran besar sehingga dapat mengganggu kesehatan,” harap Iskandarsyah.

Ia juga meminta seluruh camat, lurah, dan kepala desa meningkatkan pemantauan di wilayah masing-masing. Pengawasan tersebut tidak hanya ditujukan untuk mencegah terjadinya Karhutla, tetapi juga memastikan ketersediaan sumber air bersih bagi masyarakat.

“Dengan kondisi kemarau yang diperkirakan berlangsung cukup panjang, pemerintah mengajak seluruh masyarakat Karimun untuk meningkatkan kewaspadaan, menghemat penggunaan air, menjaga lingkungan, tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar,” ucap Bupati.

Tidak hanya itu saja, Bupati juga meminta agar masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api atau mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

“Kesiapsiagaan bersama menjadi kunci untuk mengurangi dampak kekeringan dan mencegah Karhutla selama musim kemarau,” tandasnya.

Penulis: Junizar
Editor: Azis

WhasApp

Google News WartaKepri