Home Bujang Dara Laksamana Muhammad Ali: Nahkoda Maritim di Tengah Gelombang Modernisasi Pertahanan Negara

Laksamana Muhammad Ali: Nahkoda Maritim di Tengah Gelombang Modernisasi Pertahanan Negara

ILUSTRASI AI Jalesveva Jayamahe
ILUSTRASI AI Jalesveva Jayamahe
Banner DPRD Batam 2026

JAKARTA — Di balik megahnya armada Kapal Republik Indonesia (KRI) yang membelah perairan Nusantara, terdapat sosok yang menjadi poros kepemimpinan Angkatan Laut Indonesia. Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, S.E., M.M., M.Tr.Opsla., bukan sekadar Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) biasa.

Beliau adalah nahkoda yang ditempa oleh geladak kapal, ruang mesin, dan kedalaman samudera sebuah perjalanan karier yang menjadikannya sebagai salah satu ahli strategi maritim paling dihormati di tanah air.

Sejak dilantik pada 28 Desember 2022 oleh Presiden Joko Widodo, dan kini mengabdi di bawah komando Presiden Prabowo Subianto sebagai Panglima Tertinggi TNI, Laksamana Muhammad Ali telah menorehkan jejak kepemimpinan yang signifikan.

Pengangkatannya bukanlah sebuah kebetulan, melainkan puncak dari dedikasi panjang yang dimulai dari ruang mesin kapal perang hingga ke ruang rapat strategis di Mabesal, Cilangkap.

Laksamana TNI Muhammad Ali adalah legenda hidup di dunia kapal selam Indonesia. Alumni Akademi Angkatan Laut (AAL) angkatan ke-35 tahun 1989 ini memulai langkah pertamanya di KRI Sigalu-857 pada tahun 1990. Namun, takdir kepemimpinannya justru terbentuk di bawah permukaan laut, ketika ia berkarir di KRI Nanggala-402.

Di kapal selam legendaris tersebut, pria kelahiran 1967 ini menjabat berbagai posisi kritis mulai dari Asisten Perwira Divisi, Perwira Torpedo, hingga Kepala Departemen. Puncak pengabdiannya di kapal selam adalah ketika dipercaya menjadi Komandan KRI Nanggala-402 pada periode 2004-2005.

Tragedi tenggelamnya KRI Nanggala-402 pada tahun 2021 menjadi momen pahit yang menguji ketangguhan mentalnya. Sebagai mantan komandan, ia merasakan duka yang mendalam sekaligus menjadi penopang utama bagi keluarga korban dan komunitas kapal selam internasional. Pengalaman ini membentuk karakter kepemimpinannya yang empatik namun tegas sebuah kombinasi yang langka di dunia militer.

Sebelum menjabat sebagai KSAL, Muhammad Ali telah menapaki berbagai jabatan strategis. Ia pernah menjadi Ajudan Wakil Presiden Boediono, Gubernur Akademi Angkatan Laut (AAL), dan Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Pangkogabwilhan I).

Pendidikannya yang ditempuh di berbagai negara, termasuk Jerman dan Inggris, khususnya dalam bidang kapal selam, semakin melengkapi kapasitasnya sebagai pemimpin maritim yang visioner.

Sinergi Kasal bersama Kasau
Sinergi Kasal bersama Kasau

Di bawah kepemimpinan Laksamana Muhammad Ali, TNI Angkatan Laut terus memperkuat sinergi dengan matra lainnya. Kunjungan kehormatan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Tandyo Budi Revita di Wisma Elang Laut, Jakarta, pada Kamis (22/10/2026), menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan kelembagaan antara TNI AL dan TNI AD.

Pertemuan kedua pimpinan matra TNI ini mencerminkan pentingnya komunikasi dan koordinasi yang berkesinambungan dalam mendukung pelaksanaan tugas pokok TNI, khususnya dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Melalui kunjungan ini, diharapkan hubungan kerja sama dan kebersamaan antara TNI AL dan TNI AD semakin kokoh, sehingga mampu mendukung pelaksanaan tugas secara terpadu dalam menghadapi berbagai tantangan pertahanan negara.

KASAD dan KASAL kompak untuk rakyat Indonesia
KASAD dan KASAL kompak untuk rakyat Indonesia

Sinergi serupa juga terjalin dengan TNI Angkatan Udara. Dalam kunjungan silaturahmi Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Mohammad Tonny Harjono di Admiral Room, Mabesal, Cilangkap, kedua pimpinan matra membahas rencana peningkatan kerja sama operasi dan latihan yang telah terjalin selama ini.

Fokus pembicaraan mencakup peningkatan interoperability antara unsur-unsur TNI AL dan TNI AU dalam melaksanakan operasi dan latihan, serta menjajaki penyamaan prosedur komunikasi antara Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) dengan Pesawat Udara (Pesud) TNI AU ke depannya.

Kasal menyampaikan ungkapan terima kasih atas segala bentuk kerja sama dan silaturahmi yang telah terjalin selama ini, dengan harapan ke depan segala bentuk kerja sama di bidang operasi maupun latihan dapat terus ditingkatkan antar kedua matra TNI tersebut.

Arsitek pertahanan Indonesia
Arsitek pertahanan Indonesia

Dua tahun gerak nyata pemerintahan Presiden Prabowo Subianto ditandai dengan penguatan alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI. Sejumlah kapal perang, pesawat tempur, pesawat angkut, helikopter, hingga kendaraan tempur amfibi didatangkan untuk meningkatkan kemampuan pertahanan Indonesia sekaligus mendukung tugas kemanusiaan.

Pengadaan alutsista ini menjadi bagian dari upaya membangun kekuatan militer yang adaptif, mengingat Indonesia memiliki wilayah luas dan terdiri atas ribuan pulau. Presiden Prabowo menegaskan, kekuatan TNI tidak hanya dibutuhkan untuk menjaga kedaulatan, tetapi juga membantu masyarakat menghadapi berbagai kesulitan.

“TNI adalah alat negara yang sangat besar peranannya dalam menghadapi bencana, menghadapi kesulitan, menghadapi masalah-masalah kepentingan masyarakat. Jadi saya kira ini akan menambah kemampuan kita. Wilayah kita sangat besar, sebesar Eropa, kemudian sekian belas ribu pulau. Udara bagi kita sangat-sangat menentukan,” ujar Presiden Prabowo.

Sebagai Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali memegang peranan kepemimpinan tertinggi dalam mengelola, membangun, dan menyiagakan kekuatan matra laut Indonesia. Peranannya mencakup kebijakan strategis, modernisasi armada, diplomasi, hingga pengembangan sumber daya manusia.

Dalam bidang pemimpin kebijakan dan pembangunan postur pertahanan laut, ia menentukan arah kebijakan pembinaan kekuatan TNI AL untuk menghadapi tantangan keamanan maritim regional. Ia juga mengawasi modernisasi alutsista, termasuk pengadaan dan pemeliharaan kapal perang, kapal selam, persenjataan, serta teknologi pemantauan perairan.

Penegakan Hukum dan Keamanan Maritim

Penguatan penegakan hukum dan keamanan maritim menjadi prioritas utama. Kasal memastikan kesiapsiagaan operasional armada dalam menjaga kedaulatan perairan nasional, ALKI (Alur Laut Kepulauan Indonesia), dan ZEE, terutama di wilayah rawan seperti Laut Natuna Utara. Ia juga memimpin penindakan terhadap berbagai kejahatan maritim, mulai dari illegal fishing, penyelundupan, hingga pelanggaran batas wilayah.

Dalam kapasitasnya sebagai pemimpin diplomasi angkatan laut (naval diplomacy), Laksamana Muhammad Ali memperkuat hubungan pertahanan internasional melalui latihan militer bersama (joint exercise) dengan angkatan laut negara-negara sahabat. Ia juga meningkatkan peran aktif Indonesia dalam menjaga stabilitas dan perdamaian maritim kawasan Asia-Pasifik.

Sebagai pembina sumber daya manusia dan doktrin maritim, ia mendorong peningkatan profesionalisme dan kesejahteraan prajurit TNI AL melalui pendidikan lanjutan, pelatihan taktis, dan pembaruan doktrin peperangan laut. Gelar doktor yang dimilikinya dimanfaatkan untuk membangun budaya kerja berbasis sains, teknologi maritim, dan analisis strategis di lingkungan TNI AL.

Sejak dilantik menjadi Kepala Staf Angkatan Laut pada 28 Desember 2022, Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali telah menjalankan berbagai kebijakan strategis dan program prioritas untuk memodernisasi serta memperkuat TNI AL.

Dalam bidang modernisasi dan penambahan alutsista armada, ia mendorong penggunaan galangan kapal nasional untuk pembuatan kapal perang, seperti Kapal Cepat Rudal (KCR), Kapal Patroli Cepat (PC-60), hingga kapal tunda (harbor tug). Ia juga mengakselerasi pengadaan kapal perang modern (frigate/corvette) serta modernisasi kekuatan kapal selam untuk memperkuat daya tangkal maritim Indonesia.

Di bidang penegakan keamanan maritim dan hukum di laut, Kasal meningkatkan frekuensi dan efektivitas patroli di wilayah perbatasan rawan, seperti Laut Natuna Utara, Selat Malaka, dan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI). Ia juga memimpin penindakan terhadap aktivitas ilegal, termasuk pencurian ikan (illegal fishing), penyelundupan komoditas ilegal, dan pelanggaran batas wilayah laut.

Dalam penguatan diplomasi angkatan laut, ia menggelar dan memimpin berbagai latihan militer bersama angkatan laut negara sahabat, seperti latihan Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK). Atas kontribusinya memperkuat hubungan dan kerja sama pertahanan maritim regional, ia menerima anugerah Order of Australia—sebuah pengakuan internasional atas dedikasinya.

Mendukung Visi Maritim Presiden Prabowo

Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali mendukung kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dengan mengandalkan keselarasan visi pembangunan maritim dan penguatan pertahanan negara.

Dalam bidang modernisasi dan kemandirian alutsista laut, ia mengakselerasi pengadaan dan pembaharuan kapal perang utama, kapal selam, serta alutsista modern sesuai dengan visi Presiden Prabowo yang menekankan strong deterrence effect (daya tangkal kuat) di kawasan regional. Ia juga mengarahkan belanja pertahanan matra laut ke galangan kapal nasional untuk pembuatan kapal patroli, kapal rudal, hingga kapal pendukung logistik guna menumbuhkan kemandirian industri pertahanan lokal.

Dalam pengamanan kawasan strategis dan ekonomi maritim, Kasal meningkatkan intensitas patroli di wilayah laut kritis seperti Laut Natuna Utara, ALKI, dan Selat Malaka. Ia juga menindak tegas kejahatan maritim, mulai dari illegal fishing hingga penyelundupan, guna memastikan potensi ekonomi laut nasional aman dan dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk kesejahteraan rakyat.

Di bidang diplomasi maritim dan stabilitas regional, ia aktif memimpin latihan militer bersama (joint exercise) dan patroli terkoordinasi dengan angkatan laut negara sahabat guna memperkuat posisi diplomasi Indonesia di kawasan Indo-Pasifik. Ia juga mendukung arah kebijakan luar negeri Presiden Prabowo yang bebas aktif melalui peran diplomasi Angkatan Laut.

Dalam operasi kemanusiaan dan pembinaan wilayah pesisir, Kasal mengoptimalkan kapal rumah sakit TNI AL, seperti KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992, untuk menjangkau masyarakat pesisir dan pulau-pulau terluar. Ia juga menyiagakan armada angkut amfibi dan personel untuk tanggap cepat bencana alam di seluruh wilayah kepulauan Indonesia.

Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali adalah bukti nyata bahwa pemimpin terbaik lahir dari pengalaman nyata di lapangan. Ia memahami setiap jengkal kekuatan yang dipimpinnya, mulai dari mesin kapal hingga strategi pertahanan laut nasional. Dengan segudang pengalaman lapangan dan dedikasi yang tak diragukan, ia terus memimpin TNI AL dengan fondasi keahlian teknis yang kuat.

Di tengah gelombang perubahan geopolitik dan modernisasi pertahanan, sosoknya menjadi jangkar yang kokoh bagi TNI Angkatan Laut. Ia bukan hanya seorang pemimpin militer, tetapi juga seorang negarawan maritim yang memahami bahwa kekuatan laut Indonesia bukan sekadar tentang alutsista, melainkan tentang kedaulatan, kesejahteraan, dan martabat bangsa di mata dunia.

Dengan visi yang jelas dan langkah yang terukur, Laksamana Muhammad Ali terus mengarahkan armada Indonesia menuju masa depan yang lebih kuat, lebih modern, dan lebih dihormati. Sebagaimana kapal selam yang ia pimpin dahulu, ia bergerak senyap namun pasti menjaga kedalaman, menguasai permukaan, dan mengamankan cakrawala Nusantara.

Penulis: Riky Rinovsky

WhasApp

Google News WartaKepri