TANJUNGPINANG, WARTAKEPRI.C0.ID – Kawasan Akau Potong Lembu Tanjungpinang telah menjadi ikon atau destinasi wisata kuliner di kota Tanjungpinang. Walau telah lama terkenal dan ramai pengunjung, namun situasi dan tempat Akau potong lembu mirip bisnis Misbar layar alias Gerimis Bubar.
Di Akau Potong Lembu ini, ada ratusan pedagang menyediakan aneka makanan dengan menggunakan tenda. Mereka memanfaatkan lahan parkir yang setiap malam. Pedagang berjualan juga tergantung cuaca.Jika cuaca malam cerah, ribuan orang dtang bergantian. Sebaliknya, jika hujan, maka lokasi akan kosong pembeli, karena tidak ada atap peneduh.
Atek, seorang pedagang di Akau Potong Lembu menjelaskan kalau usahanya sangat tergantung cuaca. Hujan sedikit, maka pengunjung sepi, oleh itu berharap ke Pemko Tanjungpinang untuk membangun Akau ini lebih tertata, seperti diberi tenda atau atap agar aman dari hujan.
“Setiap hujan datang, para pedagang mesti buru-buru menutup lokasi dagangannya, kalau tidak segera ditutup maka, pelanggan akan pergi berhamburan, bahkan pelanggan pergi ada yang belum bayar. Ini yang menjadi keluhan dan kerugian kami. Tapi apa boleh buat, kemampuan kami hanya membuat tenda kecil, itupun hanya terbatas. Kalau harus menutupi semua lahan tempat berjualan, itu kami pasti tidak sanggup” ,” tutur Atek, Sabtu (2/1/2016)
Menanggapi keluhan pedagang ini, Beni Anggota DPRD kota Tanjungpinang yang berasal dari daerah pemilihan (Dapil) Tanjungpinang Kota. Sebagi ikon wisata seharusnya cepat dibenahi. Karena telah menjadi sumber PAD untuk Kota Tanjungpinang.
” Kami sangat berharap kalau Akau potong lembu yang juga merupakan salah satu ikon wisata kuliner kota Tanjungpinang dapat segera dibenahi. Ini juga merupakan salah satu sumber PAD kota Tanjungpinang. Untuk itu pemerintah juga mesti turun tangan membantu membenahi kelemahan akau ini. Terutama membuatkan atap seperti stadion olahraga, yang dapat dibuka tutup. Saat hari hujan Akau dapat di tutup, dan jika hari cerah dapat dibuka kembali,” ujar Beni ke wartakepri.co.id.
Ditambahkan Beni, bahwa jika Akau dipasang maka, pedagang dan pelanggan nya akan nyaman. Dan ini akan membantu usaha kecil dan perekonomian masyarakat bawah. Sehingga pemerintah harus segera mendukung pembenahan lokasi ini.
Saat disinggung mengenai anggaran, Beni mengatakan untuk APBD Perubahan tahun 2016 dapat dirancang perencanaan nya dan pembangunannya di APBD tahun 2017.
” Jika pemerintah setuju, yakinlah DPRD akan mendukung itu sepanjang untuk kebaikan masyarakat dan daerah. (swd)































