WARTAKEPRI.co.id, BATAM – BP Batam melalui Direktur Pemanfaatan Asset Dendi Gustinandar menyambut baik kehadiran para petani bunga yang tergabung dalam Forum Komunikasi Petani Temiang di Ruang Coffee Morning Gedung Marketing BP Batam Rabu pagi (31/10/2018).
Ruangan yang sehari-hari lebih banyak kedatangan kunjungan dalam rangka promosi investasi dari luar negeri, menerima tamu special. Pada pertemuan tersebut hadir perwakilan petani yang antara lain Bapak Arjuan, Bapak Sukarjo, Bapak Sugiarto. Sedangkan dari BP Batam hadir Direktur Pemanfaatan Asset Dendi Gustinandar, Kasubdit. Pemanfaatan Sarana Irfan Syakir Widyasa, dan Kasie. Pengelolaan Agribisnis Drh Nurjanah Siregar.
Dalam ngobrol santai tersebut para petani curhat permasalahan-permasalahan yang mereka hadapi. Juga harapan-harapan ke depan. Salah satunya meminta kiranya BP Batam dapat memfasilitasi pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan pertanian yang ada di sana.
Lebih lanjut para petani mendukung BP Batam untuk terus meningkatkan Kawasan Agromarina menjadi sentra pertanian terpadu atau integrated farming.
Menurut Kasubdit. Pemanfaatan Sarana BP Batam, kawasan tersebut awalnya memang pengembangan Kawasan Industri Pertanian Terpadu (KIPTS). Dan sudah punya master plan yang disusun oleh BP Batam bekerja sama dengan Institut Pertanian Bogor tahun 2004.
Seiring dengan keterbatasan daya dukung lahan di sana, antara lain unsur hara-nya kurang dan tanahnya cenderung asam. Juga keterbatasan air terutama di musim kemarau, cukup menantang untuk pengembangan pertanian skala besar. Maka untuk itu perlu ditambah kegiatan yang nilai tambahnya lebih tinggi.
Masterplannya disempurnakan menjadi Kawasan Agrowisata pada tahun 2014 bekerja sama dengan Tim dari Universitas Indonesia. Jadi, kegiatan pertaniannya tetap dikembangkan ditambah juga sebagai destinasi wisata, kata irfan.
Menurut Direktur Pemanfaatan Aset BP Batam, Dendi Gustinandar, ke depan Kawasan ini diharapkan jadi destinasi agrowisata wisata terbesar di Kepri. Mudah-mudahan dengan dikembangkannya kawasan ini bisa meningkatkan pariwisata Batam. Dan ujung-ujungnya mempercepat pencapaian target pertumbuhan ekonomi batam 7 persen di akhir 2019, tutup Dendi.
Saking asiknya ngobrol-ngobrol serius tapi santai, pertemuan yang dimulai jam 7.30 pagi itu baru selesai jam 11.00 WIB. Dan disepakati akan ada pertemuan rutin 3 bulan sekali agar permasalahan dan kesulitan para petani dapat dicari solusi bersama-sama.(*)
Sumber: Humas BP Batam
Editor: Dedy Suwadha





























