WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Kombes Pol Putut dari Bido Kespol Jakarta dihadirkan sebagai saksi atas perkara pembunuhan Dian Milenia (15) siswi SMA Negeri 1 Batam. Putut menerangkan tiga hasil laboratorium diantaranya Sperma yang menempel pada korban namun karena sedikit dan sudah lama tidak tahu bahwa itu milik siapa.
Kemudian, ditemukan bulu kemaluan yang menempel pada celana dalam korban dan setelah dicocokkan ternyata itu merupakan milik terdakwa WZ.
Disamping itu, pada kuku tangan korban ditemukan bercak darah. Setelah di cek bahwa darah tersebut milik korban dan terdakwa. Kata Kombes Pol Putut Cahyo, selaku kepala Laboratorium Bido Kespol Jakarta, Selasa (16/5//2016) di PN Batam.
Saksi Denny Alfiansyah, orang yang pertama menemui mayat korban juga dihadirkan sebagai saksi fakta dan mengatakan, ia menemukan jasad Nia pertama kali sekitar pukul 08.00 WIB, pada hari Minggu (27/9/2016) pagi, di Kawasan Hutan Wadu Sei Ladi Batam.
” Saat itu sekitar pukul 08.00 WIB atau lewat sedikit, saya lihat ada orang seperti sedang tidur ditanah,” kata saksi, dihadapan Ketua Majelis Hakim, Zulkifli, SH, didampingi Hakim Anggota Hera Polosia, SH dan Imam Budi Putra Noor, SH.
Lanjut saksi, saat itu ia sedang mendampingi salah satu pasangan calon (Paslon) Walikota Batam. Ia dijadikan Photographer pribadi, dan diminta untuk mengambil gambar dalam kegiatan paslon Walikota dalam melakukan penanaman pohon mangrove dipinggiran Waduk Sei Ladi.
“Saya diminta untuk foto-foto disana, makanya saya datang kesana,” katanya
Dilokasi itu, sudah ada puluhan orang yang berasal dari Komunitas Pecinta Alam dan Komunitas Rumah Pohon, serta beberapa pengawal Paslon Walikota tersebut.
” Saat itu saya terlambat datang, lalu saya telepon paslon Walikotanya untuk menanyakan keberadaan dan dimana lokasinya. Saat itu, saya tinggal sendiri dan akhirnya masuk menerobos hutan Sei Ladi. Tidak berapa jauh dari badan jalan raya, saya temukan ada seperti orang tidur. Tapi ga pakai baju, bajunya malah ada diatas badannya, posisinya terlentang,” terang saksi.
Setelah melihat jasad tersebut, dari jarak sekitar 20 sampai 50 meter. Ia mengaku belum tahu kondisi dan jenis kelaminnya, ia melaporkan penemuan itu kesalah satu Pengawal Paslon Walikota, yang kebetulan merupakan anggota kepolisian bernama Imam.
Menerima laporan tersebut, pengawal Paslon langsung memastikan sosok yang ditemukan. Alhasil, benarlah jasad nia ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa dan tidak berbusana.
Setelah menemukan, Imam dan saksi melaporkan ke Mapolresta Barelang menggunakan telepon selular Imam.
” Setelah dipastikan sudah tidak bernyawa, pak imam langsung menelepon Polresta Barelang dan saya disuruh pak Imam untuk memoto petugas kepolisian yang akan datang kelokasi, untuk dijadikan bukti evakuasi dan penemuan mayat oleh polisi,” ungkapnya.
Menurut saksi, komunitas pencinta alam tersebut sudah berkemah sejak Sabtu (26/9/2015) dan melakukan aksi kebersihan, disekitar Hutan Sei Ladi, Minggu (27/9/2016).
” Para pencinta alam itu sudah ada sehari sebelum penemuan mayat,” terangnya.(nikson)
@wartakepri Terimakasih Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura partisipasi di Ulang Tahun ke 10 Media WartaKepri.co.id , ( 22 Desember 2015 - 22 Desember 2025) #hbd❤️ #wartakepritv #kepri #batam #wartakepri.co.id ♬ Happy Birthday to You acoustic guitar - C_O



























