TANJUNGPINANG, WARTAKEPRI.co.id – Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Danlantamal) IV Kolonel (P) S.Irawan mengatakan bahwa Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) IV Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Tanjung Balai Karimun, Minggu (7/2/2016) berhasil menangkap kapal bermuatan barang-barang ilegal. Penangkapan tersebut bermula dari informasi tentang adanya kapal yang membawa barang -barang ilegal, Sabtu (6/2/2016).
Sebelumnya Tim WFQR IV dan Intelijen Lanal Tanjung Balai Karimun mengendus adanya kegiatan ilegal masuknya barang-barang bernilai ekonomis tinggi diwilayah Kepri hal tersebut segera ditindaklanjuti.
Pada pukul 20.00 WIB, tim pemeriksa segera meluncur ke perairan Buru, Kepulauan Riau dengan menggunakan speedboat untuk melakukan pengendapan dan pengintaian di sekitar Pulau Pandan.
Dengan pergerakan senyap dan hati-hati Lebih kurang pukul 21.50 WIB, terlihat pergerakan kapal yang menjadi target operasi itu tanpa lampu penerang. Tim pemeriksa segera melakukan pengejaran. Tanpa mengalami kesulitan berarti, akhirnya kapal tersebut berhasil ditangkap.
Menurut Kepala Dinas Penerangan Lantamal IV Mayor Laut (KH) Drs. Josdy Damopolii, setelah dilakukan pemeriksaan diperoleh informasi bahwa kapal tersebut adalah KM Sejahtera III dengan pemilik adalah berinisial H.M.
Kapal berbendera Indonesia dengan berat 6 GT ini dinakhodai Ismail (34). Kapal yang tidak dilengkapi dokumen resmi saat membawa muatan sekitar 25 ton beras, 12,5 ton gula.
Sampai saat ini, untuk pemeriksaan lebih lanjut, kapal beserta 3 orang ABK diamankan di Mako Lanal Tanjung Balai Karimun. Dari hasil penyelidikan sementara kapal tersebut berangkat dari Singapura.
Hal itu dikarenakan adanya kecurigaan bahwa kapal besarnya yang dari Singapura atau Malaysia tidak berani lagi masuk ke wilayah tujuan disebabkan ketatnya patroli aparat. Kini mereka mengubah modus operandinya dengan menggunakan sarana kapal-kapal kecil berukuran 6 GT agar tidak terdeteksi oleh aparat.
Disamping itu para penyeludup memanfaatkan situasi laut yang kurang bersahabat untuk melakukan kegiatan illegal dengan harapan luput dari pemantauan aparat, namun Kata Danlantamal IV Kolonel Laut (P) S. Irawan bahwa dengan pola seperti ini pihaknya dalam hal ini WFQR IV telah membaca modus seperti ini disamping itu dengan adanya libur panjang seperti ini pengawasan laut justru terus kita tingkatkan. (dispen lantamal IV)






























