Antisipasi Inflasi Melalui Operasi Pasar dan Program Tanaman Hidroponik

riono rapat TPID Tanjungpinang

TANJUNGPINANG, WARTAKEPRI.co.id – Ketua Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Tanjungpinang Drs. Riono, M. Si menggelar rapat koordinasi untuk mengantisipasi terjadinya inflasi di Kota Tanjungpinang.

Dalam siaran pers, Faisal Pahlevi, S. STP selaku Kabag Humas dan Protokol Setdako Tanjungpinang, rapat koordinasi yang berlangsung di ruang Rapat Lantai II, Kantor Walikota Tanjungpinang, Senggarang, itu, di pimpin oleh Wakil Walikota Tanjungpinang, H. Syahrul, SH, Senin (22/2/2016).

Wakil Walikota Tanjungpinang, H. Syahrul, S. Pd, saat membuka rapat tersebut, mengatakan bahwa perkembangan inflasi tahun 2015 yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia menjadi tolak ukur untuk kita supaya melakukan berbagai strategi dan antisipasi menekan inflasi serta perbaikan ekonomi di tahun 2016.

KPU KEPRI

Dijelaskan Syahrul, untuk mengatasi permasalahan itu, pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri, harus melibatkan berbagai stakeholder dan FKPD.

“Oleh karena itu, terus lakukan kerjasama dan koordinasi yang baik, guna mengevaluasi dan menyusun langkah-langkah kedepan terhadap satbilnya ekonomi di kota Tanjungpinang,” kata Syahrul

Ketua TPID Kota Tanjungpinang, Drs. Riono, M. Si, menyampaikan bahwa TPID kota tanjungpinang telah melakukan berbagai program untuk mengatasi permasalahan inflasi dan kebutuhan masyarakat.

” Salah satunya menggelar pasar murah bekerjasama dengan Bulog, selain itu saya juga telah melakukan pemantauan langsung ke peternak telor dan daging ayam guna memastikan stok yang tersedia, sehingga kenaikan harga yang tinggi bisa teratasi dengan baik,” ujar Riono.

Dijelaskan Riono, menjelang perayaan hari besar, berbagai komoditi barang pokok akan mengalami kenaikan, seperti beras, dan permasalahan itu sudah kami antisipasi dengan melakukan operasi pasar, Untuk itu, saya minta Camat, Lurah untuk menginformasikan titik-titik mana saja yang bisa dikunjungi bulog pada operasi pasar,” ucapnya

” Untuk jenis sayur-sayuran, seperti cabe dan lainnya, lanjut Riono, bisa diantisipasi melalui tanaman hidroponik di setiap rumah tangga, paling tidak, tanaman yang kita hasilkan dapat kita manfaatkan sendiri,”ujar Riono.

Setelah rapat ini, dinas terkait harus action, untuk mengontrol harga kebutuhan pangan dengan melakukan program kegiatan, memasok kebutuhan pangan dengan melakukan MoU bersama daerah penghasil, sehingga ada langkah-langkah nyata yang dilakukan TPID terhadap inflasi.

Sementara itu, Kepala BPS Kota Tanjungpinang, Hamizar, menjelaskan bahwa sampai Januari ini, Kota Tanjungpinang mengalami inflasi sebesar 0,93 persen. Inflasi ini terjadi adanya peningkatan harga yang ditunjukkan kenaikan indeks kelompok pengeluaran, seperti sewa rumah, dan komunitas yang mengalami peningkatan harga yakni kebutuhan pangan, diantaranya, beras dan ikan.

“Jika dibandingkan dari tahun ke tahun inflasi kota Tanjungpinang masih kecil,” jelasnya

Rapat tersebut turut dihadiri, Asisten Perekonomian, Robert Pasaribu, Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepri, BUMD, Kepolisian, Bulog, Dinas Perhubungan, serta jajaran SKPD terkait. (r/ded)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

GALERI 24 PKP EXPO