Advertisement
Home Berita Utama Bank Indonesia Dukung Perkasa Alam Gelar Pelatihan Tenun Karimun

Bank Indonesia Dukung Perkasa Alam Gelar Pelatihan Tenun Karimun

Melayu Perkasa Alam menggelar pelatihan tenun Karimun
Kelompok pelestari adat dan budaya Melayu Perkasa Alam menggelar pelatihan tenun khas Karimun yang berlangsung selama 28 hari, mulai 21 April hingga 18 Mei 2026.(Foto: Junizar)
PANBIL MALL   Grand Mercure Batam

KARIMUN, WARTAKEPRI.co.id – Upaya pelestarian budaya sekaligus peningkatan ekonomi masyarakat kembali digalakkan. Kelompok pelestari adat dan budaya Melayu Perkasa Alam menggelar pelatihan tenun Karimun yang berlangsung selama 28 hari, mulai 21 April hingga 18 Mei 2026.

Kegiatan yang mendapat dukungan penuh dari Bank Indonesia ini akan dilaksanakan di Gedung LAM Karimun, Jalan Poros. Pelatihan ini tidak hanya bertujuan melestarikan wastra daerah, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Panitia pelaksana, Sugianto, menjelaskan bahwa, pelatihan ini diikuti oleh 20 peserta, terdiri dari 15 perempuan dan 5 laki-laki.

Mayoritas peserta berasal dari Desa Pongkar sebanyak 12 orang, sementara 8 lainnya berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Karimun.

“Pelatihan ini kami gelar untuk mencari dan mencetak penenun kain tradisional baru di Karimun. Saat ini, alat tenun tersedia cukup banyak, namun jumlah penenun masih sangat terbatas,” ujarnya, Jum’at (17/4/2026).

Ia mengakui, minat masyarakat terhadap profesi penenun tradisional terus menurun. Hal ini disebabkan tingkat kesulitan serta lamanya proses pembuatan satu kain tenun.

“Melalui pelatihan ini, peserta akan dibekali keterampilan lengkap mulai dari merakit alat tenun, teknik pewarnaan benang, hingga proses menenun yang baik dan benar,” katanya.

Ia menyebut, Bank Indonesia juga memberikan dukungan berupa alat tenun yang lebih praktis dan mudah digunakan, sehingga diharapkan mampu meningkatkan minat generasi muda untuk terjun ke bidang ini.

“Setelah pelatihan selesai, para peserta diharapkan bisa langsung memproduksi kain tenun. Bahkan, hasil produksinya nanti akan dibantu dalam hal pemasaran oleh Bank Indonesia,” ungkap Sugianto.

Sementara itu, Ketua Perkasa Alam, Abu Abdillah Fahmi, menjelaskan, tenun tradisional merupakan warisan budaya Melayu yang harus terus dijaga di tengah arus modernisasi.

“Karimun sudah memiliki motif khas tenun yang bersertifikat Hak Kekayaan Intelektual. Ini menjadi potensi besar untuk meningkatkan ekonomi masyarakat jika dikelola dengan baik,” jelas Fahmi.

Melalui pelatihan ini, diharapkan lahir generasi penenun baru yang tidak hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga mampu menjadikannya sebagai sumber penghasilan yang menjanjikan.

“Kain tenun khas Karimun memiliki nilai jual tinggi dan telah menembus pasar internasional, termasuk pernah tampil dalam ajang fashion show di Paris pada tahun 2023,” pungkasnya.

Penulis: Junizar
Editor: Azis

WhasApp

Google News WartaKepri Banner DPRD Batam 2026