Bahasa Gaul Melayu Tanjungpinang, Menarik Jika Dibukukan

Penari dari Tanjungpinang

HARRIS BARELANG

WARTAKEPRI.co.id , TANJUNGPINANG – Dari beberapa pakar menyimpulkan bahwa Bahasa merupakan system lambang bunyi ujaran yang digunakan untuk berkomunikasi oleh masyarakat pemakainya. Bahasa yang baik berkembang berdasarkan suatu sistem, yaitu seperangkat aturan yang dipatuhi oleh pemakainya. Bahasa sendiri berfungsi sebagai sarana integrasi dan adaptasi.

Kota Tanjungpinang adalah Satu diantaranya kota yang sekaligus merupakan ibu kota dari Provinsi Kepulauan Riau, Indonesia. Kota ini memiliki pesona menarik dengan beragam kultur budaya suku dari hampir seluruh Indonesia masuk ke kota ini, dengan bahasa melayu yang masih klasik dan sedikit didengar memiliki daya tarik tersendiri.

Dikutip laman blog pribadi supeni, untuk Kota Gurindam Tanjungpinang ini, mayoritas pada umumnya masyarakat menggunakan bahasa melayu hanya dalam situasi tertentu misalnya; berkomunikasi pada saat berbicara dengan teman atau sanak saudara yang bersuku melayu.

Bahasa yang digunakan remaja – remaja kini tidak seutuhnya menggunakan bahasa melayu asli melainkan, percampuran antara bahasa Indonesia dan bahasa melayu seperti kalimat:

“alamak oii, hari dah mendung nak turun hujanlah nii”

Dari sebait kalimat tersebut dapat dianalisis bahwasanya telah terjadi percampuran antara bahasa Indonesia dengan bahasa Melayu.

Kata alamak oii dalam kalimat tersebut dimaknai sebagai ungkapan rasa terkejut dari penutur atau petindak tutur.

Dengan perkembangan zaman dan teknologi terjadi perubahan-perubahan pula terhadap pergaulan khususnya para remaja-remaja di Kota Tanjungpinang. Bahasa yang digunakan mereka pun dalam kehidupan sehari-hari dapat dikatakan bervariasi seperti Bahasa Indonesia ke Inggris-inggrisan dan kini Bahasa Melayu yang digabungkan dengan Bahasa Indonesia.

Sehingga ada asumsi dari beberapa orang menyebutnya Bahasa Gaul Melayu. Tapi penggunaan bahasa ini dikatakan masih minim penggunaanya.

” Untuk Bahasa Gaul Melayu saat ini jumlah penuturnya hanya segelintir masyarakat Tanjungpinang saja, penggunaanya dalam ruang lingkup tertentu seperti di Media Social facebook, twitter, BBM dan media social lainnya,” ujaran dari Faisal Pegawai Kantor Pusat Bahasa Kota Tanjungpinang.

Beliau pula mengatakan belum ada sumber yang kuat dan belum ada bukunya juga yang menganalisis atau menjelaskan tentang Bahasa Gaul Melayu ini seperti apa atau lebih jelas.

Dari beberapa data narasumber anak-anak sekolah yang kami wawancara menurut mereka Bahasa Gaul Melayu yang digunakan tersebut sebatas ”suke-suke kami orang saje lah”, ungkapan dari Ade siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 3 Kota Tanjungpinang.

Dan dari pengakuannya pula bahasa ini digunakan kepada sebayanya saja. sedangkan dari jawaban masyarakat usia dewasa pada umumnya menurut mereka kurang memahami pula Bahasa Gaul Melayu itu seperti apa.

” Bahase melayu ye melayu lah, tak ade digaulkan macam-macam tu,” ujaran dari Lina wanita yang mengenakan hijab bersuku melayu penduduk asli Kota Tanjungpinang ini.
Kosa Kata

Bahasa gaul Melayu sejauh ini belum ada artikel ataupun info sebenarnya. Tapi, jika mendengar percakapan gaul Melayu terutamanya di Malaysia, mungkin sering didengar di Kepri.

Seperti :

Dan dan – Membohong
Belah – Pergi lah (belah la weh = pergi la weh)
Ape cer? – Apa cerita?
APTB – Apa pun tak boleh
Ak – Aku
Ko – Kau
Apesal – Apa pasal

Alamak – ucapan kaget
Lawe Sangat – Cantik Sekali
Cam mane – Bagaimana

Hanya ini yang mungkin akrab di telinga, jika merasa ada yang lain silahkan komentar di bawah artikel ini. Jikalah banyak, tentu menarik untuk dijadikan sebuah buku.(ded)

FANINDO

Honda Capella