WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Kita tidak pernah tahu nasib ke depan. Seperti apa peran yang akan kita sandang sebagai aktor di dunia ini. Apapun itu, kita hanya menjalankan.
Tidak semua orang mengerti dan memahami perannya dalam kehidupan ini. Tetapi semua manusia itu tetap dan selalu diuji, sesuai dengan tingkat kemampuannya masing-masing.
Anak jalanan, misalnya. Mereka tidak pernah menginginkan peran sebagai pengamen, tukang asongan, mengemis atau yang lain-lainnya. Meskipun, keberadaan mereka ini mengganggu ketertiban, tetapi eksistensi mereka selalu hadir menghiasi setiap persimpangan.
Ketika wartakepri.co.id mencoba menyambangi, sesekali, ketika lampu menunjukkan warna hijau mereka mau menumpahkan semua beban kehidupan yang dijalani.
Tindakan mereka yang melanggar aturan ini dilakukan karena harus punya uang untuk makan dan sekolah. Tidak ada sedikitpun rasa takut diwajah mereka dengan Peraturan Daerah (Perda) nomor 6 tahun 2002 tentang ketertiban umum.
“Setelah sekolah kami ngamen bang. Uangnya kalau dapat, buat jajan dan beli nasi,” tutur satu dari sekian anak jalani ini sambil berlari kecil memainkan gitar kecilnya dengan menyambar mobil yang berhenti karena lampu merah, Selasa (26/4/2016) siang.(alf)
@wartakepri Terimakasih Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura partisipasi di Ulang Tahun ke 10 Media WartaKepri.co.id , ( 22 Desember 2015 - 22 Desember 2025) #hbd❤️ #wartakepritv #kepri #batam #wartakepri.co.id ♬ Happy Birthday to You acoustic guitar - C_O



























