Protes Seorang Guru di Batam: Kenapa Istri Pejabat Jadi Kepsek Terus

Jpeg

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Sudah 20 tahun bapak ini menjadi guru. Cita-cita besarnya ingin menjadi seorang kepala sekolah. Ragam pelatihan dan pendidikan untuk menjadi calon kepala sekolahpun telah diikutinya.

Mulai dari lulus tes dan sertifikasi sebagai tenaga pengajar yang layak untuk diangkat sebagai kepala sekolah. Usia saat ini telah 52 tahun, dan telah berpindah-pindah mengajar dari sekolah negeri di Batam ini.

Lama memendam rasa ketidakadilan ini, bapak yang kini bertugas di sebuah pulau di Batam ini angkat suara, agar ketidakadilan ini dapat didengar oleh Pemimpin di Daerah Kota Batam, dan terlebih luas Provinsi Kepri.

KPU KEPRI

Berdasarkan data dan surat yang diserahkan ke Redaksi WartaKepri.co.id, bapak yang minta namanya dirahasiakan mengungkap kalau peran Dinas Pendidikan Kota Batam tidak bersikap adil dan merata, untuk menepatkan seseorang layak atau tidaknya menjadi seorang kepala sekolah.

” Nama ibu Rh, terus menerus jadi Kepala Sekolah di Batuaji, itu sejak 2005 hingga sekarang. Dia istri pejabat. Masih banyak lagi nama-nama kepala sekolah di Batam ini yang tidak pernah tergantikan. Sampai kapan seperti ini, padahal kami para guru juga ingin merasakan jenjang karir yang tertinggi sebagai seorang pendidik,” ujar Bapak ini, ketika berjumpa WartaKepri.co.id, Sabtu (30/4/2016) sekitar pukul 14.00 siang di halaman DPRD Kota Batam.

Bapak yang menjadi guru SMP Negeri ini, mengungkapkan bahwa seharusnya pengangkatan jabatan Kepala Sekolah tersebut haruslah memenuhi persyaratan. Akan tetapi, saat ini yang terjadi sangatlah berbeda dari apa yang telah ditetapkan dalam Perda Kota Batam.

Dilihat dari fakta yang ada, kata pria gaek ini, dibeberapa sekolah yang ada di Batam, Kepseknya belum memenuhi persyaratan untuk menduduki posisi tersebut. Bahkan ada yang menjabat Kepsek hingga 3 kali periode, dan itu berlangsung secara terus-menerus tanpa adanya masa jeda minimal 1 tahun. Adapun yang diangkat menjadi Kepsek dengan usia muda 35 tahun, padahal pangkat atau golongannya belum memenuhi syarat, dan juga belum lulus sertifikasi.

” Kenapa yang tidak memenuhi syarat itu diangkat jadi Kepsek, sementara saya beserta para guru lainnya yang telah memenuhi persyaratan tidak bisa diangkat menjadi Kepsek. Selain itu, Kepsek yang telah lulus test pun tidak bisa ditempatkan. Semua itu dikarenakan masih adanya Kepsek yang seharusnya sudah habis masa jabatan tetapi masih saja dipakai secara terus menerus sebagai Kepsek,” terangnya.

Menurut guru ini, pengangkatan jabatan yang tidak memenuhi syarat serta adanya Kepsek yang masih menjabat melebihi dari 2 kali periode secara terus menerus itu, disebabkan karena adanya hubungan kedekatan dari si penjabat dengan pihak Dinas terkait.

Sementara itu, berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Kota Batam Nomor 4 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Dasar dan Menengah di Kota Batam, dimana pada Bab VII dalam Pasal 17 Ayat 3 yang menyebutkan bahwa sebagai upaya menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan daerah, maka pengangkatan Kepala Sekolah harus memenuhi persyaratan tambahan.

Tidak saja memberikan data tentang nama-nama kepala sekolah di Batam, bapak ini juga akan memberikan data lain yang cukup menggemparkan.(ichsan)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

GALERI 24 PKP EXPO