Conti Chandra Tuding Wie Meng Pemicu Persoalan Hotel BCC Batam – WartaKepri
93 views

Conti Chandra Tuding Wie Meng Pemicu Persoalan Hotel BCC Batam

Sidang Conti Hotel BCC Batam

PKP DREAMLAND

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Wie Meng salah satu pendiri PT BMS dan pemelik hotel BCC Batam bersama Conti Chandra, namun kini menjadi pegusaha Aston Hotel dan Sri Indah Grup.

” Wie Meng ini menjual dua kali seluruh sahamnya yang ada di hotel BCC pada saya ( Conti Chandra), yaitu Akta 89 tanggal 27 Juli 2011, Akta 01 tanggal 01 Agustus 2011 dan Akta 99 tanggal 30 November 2011,” ujar Conti Chandra, Kamis (8/6/2016).

Kemudian, Wie Meng menjual kembali kepada Tjipta Fudjiarta dengan Akta Nomor 04 tanggal 02 Desember 2011 tanpa sepengetahuan dan surat kuasa dari saya. Sehingga melanggar peraturan yang telah dilakukan dan disepakati serta menimbulkan perkara yang panjang.

Persoalan Ini bukan dilakukan Wie Meng sendiri, melainkan pemilik saham lainya Hasan dan Sutriswi. Dengan Akta Jual Beli kepada Tjipta maka Akta nomor 3 dan nomor 5 tertanggal 02 Desember 2011. Terang Conti didampingi kuasa hukumnya, Edward Purba SH.

Disaat mau menandatangani Akta Jual Beli Nomor 3, 4 dan 5 tertanggal 2 Desember 2011 tersebut, Tjipta Fudjiarta tidak hadir. Pada waktu itu juga Sutriswi berada di Pekanbaru. Setelah 3 hari dari berlalu, baru di tandatangan oleh Sutriswi dihadapan Notaris Anly Cenggana tanpa bertemu dengan Tjipta Fudjiarta.

Ketiga orang ini Wie Meng, Hasan dan sutriswi menyatakan benar telah menjual saham dan asset di PT Bangun Megah Semesta (BMS) sesuai dengan Akta RUPS 89 tanggal 27 Juli 2011, yang dirubah pada point b sesuai dengan Akta RUPS Nomor 01 tanggal 01 Agustus 2011 namun dibatalkan Akta RUPS 98 tanggal 30 November 2011.

Alasan pembatalan ini atas adanya kesalahan perhitungan karena tidak ada pengembalian pembayaran. Maka dikuatkan dalam Akta RUPS Nomor 99 tanggal 30 November 2011. Hasil penjualan saham serta asset tersebut sebesar Rp 27.547.100.000 milyar.

Sesuai surat pernyataan Wie Meng Nomor 1601/W/Not.AC/VII/2011 tanggal 05 Oktober 2011 serta Surat Perjanjian tanggal 08 Oktober 2011.

Namun yang paling lucunya, Wie Meng mengakui keabsahan penjualan saham PT Bangun Megah Semesta kepada Tjipta Fudjiarta yaitu; Akta jual beli nomor 4 tanggal 02 Desember 2011. Akibat perbuatan yang dilakukannya maka terjadi sengketa kepemilikan Hotel BCC yang tidak ada habisnya hingga hingga saat ini. Tegasnya

Tjipta Fujiarta yang belum membayarkan penjualan saham kepada Wie Meng dan Hasan, tapi keduanya sudah menandatangani Akta jual beli nomor 3 dan 4 tertanggal 2 Desember 2011 karena Notaris Anly Cenggana menyatakan tidak masalah. (nix)

Komentar Anda



FANINDO
DEWAN PERS WARTAKEPRI

PEMPROV KEPRI
DPRD BATAM
PEMKO BATAM
DPRD ANAMBAS
PEMKAB ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
DPRD KARIMUN
PEMKAB KARIMUN
DPRD LINGGA
PEMKAB LINGGA