Jaksa Agung Siap Hadapi Gugatan Tjipta Fudjiarta, Tersangka Hotel BCC

Wartakepri.co.id, Jakarta –Kasus dugaan penipuan, penggelapan dan pemberian keterangan palsu dalam jual-beli saham Hotel BCC Batam, dengan tersangka Tjipta Fujiarta mengajukan gugatan pra peradilan kepada Jaksa Agung HM Prasetyo.

” Saya siap akan menghadapi gugatan praperadilan tersangka Tjipta Fujiarta,” kata Jaksa Agung HM Prasetyo.

Hal tersebut diungkapkan Jaksa Agung saat ditanya tentang sikap Tjipta yang melayangkan gugatan praperadilan meski kasusnya telah P-21 atau siap disidang di muka pengadilan.

Saat ditanya apakah menurut hukum, tersangka dibenarkan mengajukan praperadilan meski kasusnya telah P-21, Prasetyo mengatakan, itu tergantung pengadilan.

“Ya, tergantung dari pengadilan, kalau pengadilan menerima, akan kita layani, apalagi sudah P-21, berarti penyidik Jaksa Peneliti sudah yakin betul kalau mereka memiliki bukti yang cukup dan lengkap,” kata Prasetyo di Gedung Kejagung, Jumat (2/6).

Ditanya apakah dibenarkan secara hukum, dalam satu kasus ada tiga kali pra peradilan, Prasetyo mengatakan, berapa kalipun diajukan gugatan praperadilan, pihaknya akan menghadapi. ” Ya, biar saja, berapa kalipun misalnya, akan kita layani saja, ya kan. Yang pasti, proses hukumnya jalan terus,” ujar Prasetyo.

Tjipta sendiri diketahui mengajukan praperadilan untuk kedua kalinya dalam kasus tersebut. Dengan pengajuan praperadilan ini, tercatat sudah tiga kali kasus ini dipraperadilankan baik oleh tersangka dan korban.

Menurut Alfonso Napitupulu, selaku kuasa hukum Conti Chandra, dalam SIPP online PN Jakarta Selatan, terlihat jelas kalau Tjipta mengajukan praperadilan melawan Kapolri, Jaksa Agung, Kabareskrim dan Jampidum.

“No perkara 54/Pid.Pra/2017/PN JKT.SEL, tertanggal 17 May 2017 tentang sah atau tidaknya penetapan tersangka dengan pemohon Tjipta Fudjiarta, dan termohon, Kepala Kepolisian cq Kepala Badan Reserse Kriminal Kepolisian RI, Kepala Kejaksaan Agung cq Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum,” kata Alfonso, Sabtu (3/6).

Pihaknya sendiri merasa aneh dengan pengajuan praperadilan ini, karena berkas perkara yang menjadikan Tjipta sebagai tersangka, telah dinyatakan lengkap oleh kejaksaan dan siap disidangkan.

Menurut Alfonso, kliennya telah melaporkan hal itu pada Juni 2014. “Dan baru sekarang dinyatakan lengkap dan sempurna atau P-21 oleh kejaksaan,” kata Alfonso.

Lanjutnya, karena berkas telah lengkap, maka pihaknya mendesak kejaksaan untuk segera mencekal, menahan dan segera melimpahkan berkas perkara Tjipta ke pengadilan. “Kami meminta kejaksaan untuk segera mencekal Tjipta Fujiarta dan menahannya sesuai hukum yang berlaku,” kata Alfonso.

Permohonan ini dilakukan agar proses hukum perkara BCC Hotel dapat berjalan secara obyektif, transparan, dan memberi rasa keadilan terhadap korban, yang telah ditipu tersangka, dengan cara memiliki hotel korban tanpa membayar. Tersangka juga diketahui meneruskan pengurusan hotel tersebut, kepada anak-anaknya dan menjalankan operasional hotel tanpa izin.

Seperti diketahui, dalam Kasus hotel BCC ini, Tjipta Fudjiarta pernah menggugat Kapolri dan Kabareskrim (saat itu) dengan gugatan fantastis 150 miliar rupiah, karena merasa nama baiknya sebagai pengusaha tercemar atas penetapan status tersangka penipuan dan penggelapan terhadap dirinya dalam penyidikan Kasus BCC.

Sidang praperadilan yang diajukan Tjipta sendiri tergolong unik, dalam kasus ini, telah terjadi tiga kali pengajuan praperadilan dan satu kali permohonan upaya hukum luar biasa dan peninjauan kembali di Pengadilan Jakarta Selatan.

Diuraikannya, Pertama praperadilan diajukan pihak korban, Conti Chandra sebagai pemohon melawan Kapolri sebagai termohon karena tidak terima kasus dihentikan penyidikan oleh Bareskrim dan Praperadilan tersebut telah dimenangkan oleh Conti Chandra sebagai pemohon.

Kedua, Tjipta mengajukan praperadilan atas penetapan statusnya sebagai tersangka. Dalam praperadilan kali kedua, Tjipta mendalilkan bahwa dirinya ditetapkan dulu sebagai tersangka dan baru dicari alat buktinya. Sedangkan termohon (Kapolri) mendalilkan dalam menetapkan tersangka Tjipta. (Alvin)
Editor : Nikson Simanjuntak

DEWAN PERS WARTAKEPRI PEMKO BATAM FANINDO Combo Sakti Telkomsel