Hutan Magrove Natuna Menunggu Investor Jadikan Objek Wisata Alam Terpadu

86
Warta Hutan Magrove di Kabupaten natuna

WARTAKEPRI.co.id – Sore hari jelang masuknya berbuka puasa biasanya masyarakat natuna ramai hilir mudik menghabiskan waktu senja di Pantai Pring Hutan Magrove Ranai Kabupaten Natuna Provinsi Kepri.

Pantai Pring, dalah satu wisata Natuna masih alami belum diberikan sentuhan yang artistik oleh pemerintah Natuna adalah mangrov yang letaknya tidak jauh dari Pelabuhan Penagi Ranai Natuna.

Suasana sangat asri jika masih ingat pelajaran sewaktu sekolah, mangrove merupakan hutan bakau. Pohon-pohon bakau ini tumbuh dan ditanam disekitar pantai yang berfungsi untuk menahan erosi agar tidak terjadi abrasi.

Dengan adanya tanaman bakau ini bisa menghambat derasnya air laut yang menuju daratan sehingga dapat mencegah bencana alam.

Akhir-akhir ini wisata mangrove lagi booming banget loh. Di indonesia wisata mangrove yang paling terkenal adalah wisata alam pantai indah kapuk jakarta dan nusa bali.

PKPONLINE PKP DREAMLAND

Kedua mangrove ini gaungnya juga sudah terkenal sampai wisatawan asing. Nah, karena belum berkesempatan ke Mangrove Jakarta dan Bali, di Kepulauan natuna pun tidak kalah menarik wisata mangrove masih alami.

Tentu masih natural belum menjadi perhatian khusus pemerintahan daerah. Seraya berharap agar tetap terjaga hingga anak cucu kawasan ini menjadi wisata mangrov tentunya di kelola secara moderen seperti daerah maju lainnya tampa harus merusak keindahan alami hutan magrove.

” Mumpung anak ku Aura rizky Natuna kini naik kelas 3 sekolah SD 01 Natuna dan lagi liburan sekolah sekalian saya memperkenalkan wisata mangrove, biar dia bisa belajar tentang alam dan nggak hanya tahu tentang mall.

Untuk menuju ke hutan magrov traveler wartakepri.co.id bisa melewati dua akses jalan, pertama bisa melewati simpang pering dan juga bisa langsung dari Bandara Lanud Ranai karena jarak Hutan magrov tidaklah jauh dari landasan pacu pesawat terbang ranai dan pemikiman rumah Pantai Kampung Penagi.

Jika kita duduk sisi jalan hutan magrov sesekali kita akan bisa melihat pesawat terbang hendak take of maupun lending tentu sangat menarik jadinya.

” Jangan lupa pakai kamera karena sayang kalau dilewati bisasanya pada sore hari kita bisa menikmati matahari terbenam dan indah sekali warna awan merona warna warni udah dipastikan sangat menarik”

Suatu ketika saya membayangkan betapa indah jika magov di sulap menjadi wisata hutan mangrove moderen, ini dibentuk dengan berbagai tempat-tempat yang dibuat untuk berwisata dengan nyaman dan indah untuk dipandang. Tentu akan semakin bagus menarik wisatawan datang ke Natuna. Potensi bisa terbuka, baik join investor dengan pemerintah daerah.

Bayangkan saja dari sisi kiri dan kanan diberikan sentuhan artistik tampa harus merusak keindahan natural hutan magrov tersebut. Banyaknya katagori-katogori tempat di hutan magrov udah di tata secara propesional natuna bisa meniru seperti daerah lain.

Dengan perjalanan diatas danau dengan jembatan-jembatan kayu yang dibuat oleh para pegawas hutan mangrove ini. Katagori-katagori tempat yang berada di hutan mangrove ini antara lain tempat pondok alam, wisata air, lokasi pengamatan burung, perkemahan, mau pun rumah makan.

Tentu sangat menarik daya pikat suara suara jangkrik khas hutan mangrov menjadi maknet tersendiri saat kita duduk memandang keagungan ciptaan tuhan maha esa sunguh sepurna.

Suatu saat magrove Natuna juga mendapatkan perhatian pemerintah dari segi pesona magrov nya.

Saya hanya dapat membayangkan jika sepanjang jalan yang dilalui dengan berjalan kaki diatas jembatan kayu dengan sekitaran danau dan juga pohon-pohon bakau yang disertai suara-suara jangkrik juga burung-burung yang berkicauan,dan terdapat tebing yang bisa kita jajaki.

Di atas tebing tersebut kita bisa melihat pemandangan bakau-bakau di tengah danau dengan air yang tenang.

Untuk wisata air terdapat perahu-perahu besar yang dapat disewakan untuk mengelilingi danau yang sekitarannya dengan pohon-pohon bakau.

Untuk penyewaan perahu mengintari muara magrov tentu akan menambah pendapatan ekonomis warga kemudia hari.

Namun dibalik keindahan hutan mangrove banyak para wisatawan yang tidak bisa menjaga kelestarian hutan pembudidayaan alam ini dengan merusaknya seperti membuang sampah-sampah plastik botol minum bekas maupun makanan ringan dipinggiran danau yang menggenang dia air danau hutan mangrove.

Karena memang semua masalah yang ada kembali kepada pribadi dan masyarakat itu sendiri, jika bukan karena tangan-tangan yang bertanggung jawab yang menjadikan tempat wisata itu terlihat rusak mungkin tidak akan ada timbul anggapan-anggapan negatif baik dari warga negara ataupun warga mancanegara yang sedang berkunjung.

Potensi pariwisata selain hutan magrov memancarkan pesona keindahan.

Bupati Natuna H. Hamid Rizal kepada wartakepri.co.id menjelaskan alam Natuna sangat sepurna tidak kalah indahnya dibandingkan Bintan, Batam, Karimun dan Tanjungpinang.

Justru itu, Pemda Natuna diajak membahas untuk pengembangan pariwisata natuna dengan pihak kementrian.

“ Ke depan kita harapkan juga ada kerja sama luar negeri untuk mendatangkan turis ke natuna dalam waktu dekat, kita prioritaskan pariwisata kapal yacht. Untuk long time kita kembangkan lebih besar lagi.

Lanjut hamid juga persiapan pengurusan izin dan prosedural ciqp yang melibatkan banyak stakeholder seperti bea cukai (custom), keimigrasian (imigration), karantina (quarantine), dan pelabuhan laut (port).

Pemerintah Kabupaten Natuna mengusulkan dijadikan kabupaten tujuan wisata nasional, dengan memiliki entry point tersendiri sehingga memudahkan proses masuk dan keluar turis.
Usulan ini penting.

Entry dan exit point di Natuna untuk mendukung kawasan strategis pariwisata nasional (kspn). Sehingga dapat meningkatkan kunjungan yacht dan turis.

“ Kalau usulan ini diakomodir, tentu punya keuntungan untuk natuna, mudahkan turis datang ke natuna, proses izinnya tidak sulit, natuna bisa dijadikan pintu masuk turis mancanegara,” terang hamid.

Targetnya, untuk entry poin event internasional sail indonesia juga diarahkan ke natuna pada tahun berikutnya nanti,” jelas Hamid Rizal.

Masih kata Hamid, Rabu (15/6/2016) di Ruang Aula Pemda Natuna juga akan membahas pembangunan wilayah Natuna sebagai kawasan strategis nasional dengan deputi keamanan dan ketahanan Maritim Kemenko Bidang Lemaritiman.(ricky)

Komentar Anda

Polling Bakal Pasangan Calon Gubernur Kepri Periode Agustus 2020 versi WartaKepri.co.id

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO