WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Tiga hari sudah lebaran Idul Fitri berlalu. Dan, empat hari sudah, surat kaleng ancaman Bom beredar di Kepri, tepatnya, Senin (5/7/2016) sehari sebelum lebaran Idul Fitri 1437 H.
Namun, siapa sangka, ancaman atau isu surat akan ada Bom di Kota Batam dan Bintan tidak berdampak akan jumlah kunjungan warga Singapura dan Malaysia datang ke Kota Batam.
Walau ada menyebutkan, beberapa jasa travel membatalkan kunjungan rombongan turis ke Kepri.
Bahkan, kasir pusat perbelanjaan mengaku selama lebaran hari pertama hingga hari ketiga, kewalahan melayani transaksi belanja warga Singapura dan Malaysia.
” Yang belanja hari pertama lebaran hingga lebaran ketiga, orang Singapura dan Malaysia. Mereka beli banyak barang barang bermerk dan makanan. Seperti mie dan aneka perlengkapan mandi. Bahkan, transaksi mereka mulai 1 juta sampai 3 jutaan. Alasan mereka belanja segitu, karena di Singapura, total belanja setara 6 jutaan,” ujar seorang kasir Hypermart di Nagoya Hill Batam ke WartaKepri.co.id, Sabtu (9/7/2016).
Dijelaskan sang petugas kasir, jika lebaran pertama di dominasi pembeli dari luar, maka lebaran hari ketiga mulai ramai warga Batam dan luar kota Batam berbelanja.
Ketika ditanya, apakah ada pengaruh isu Bom di Batam, sang kasir mengaku kalau isu itu tidak didengarnya.
” Tidak tau malah ada isu bomnya,” ujar sang kasir.
Penjelasan meningkatnya pembeli dari luar negeri dan Batam berbelanja juga dijelaskan Ami, penjual telepon seluler di Nagoya Hill.
” Lumayan penjualan selama lebaran ini. Pembeli kebanyakan orang luar Batam belanja HP baru. Kalau orang Singapura dan Malaysia, hanya beberapa. Tapi, kalau melihat yang lewat banyak orang Singapura dan Malaysia belanja,” tutur Ami. (dedy swd)






























