Home Berita Utama BNPT Ungkap Jejak Terduga dan Berikut Profil Ustaz Farid Okbah yang Ditangkap...

BNPT Ungkap Jejak Terduga dan Berikut Profil Ustaz Farid Okbah yang Ditangkap Densus 88

Farid Ahmad Okbah Terduga Teroris
Ustadz Farid Ahmad Okbah Terduga Teroris
Banner DPRD Batam 2026

WARTAKEPRI.co.id – Densus 88 Antiteror menangkap Ustaz Farid Okbah di kediamannya di kawasan Bekasi, Jawa Barat, Selasa (15/11). Ia dan beberapa orang lainnya di tempat terpisah juga ditangkap terkait dugaan terorisme. Ustaz Farid Okbah selama ini dikenal sebagai Ketua Umum Partai Dakwah Rakyat Indonesia (PDRI).

Dikutip dari Kumparan.com Berdasarkan informasi yang diterima dari Tim Pengacara Muslim (TPM), Ustaz Farid ditangkap Densus 88 usai Salat Subuh pagi ini, sebelum ia berangkat ke Cirebon dan Yogyakarta untuk menghadiri acara partai dan berdakwah.

Ustadz Farid Akhmad Okbah, merupakan salah satu tokoh Islam yang mendirikan Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI).

Selain aktif di MIUMI, pria kelahiran Bangil, 5 Mei 1963 ini menjabat sebagai Ketua Dewan Pengurus Yayasan Alislam. Yayasan ini didirikan bermula dari pengelolaan dakwah di internet melalui situs www.alislam.or.id yang pertama kali muncul di akhir tahun 1998.

Profil Ustaz Farid Okbah, Ketum Partai Dakwah yang Ditangkap Densus 88

Di tahun 2005, Yayasan Alislam membangun sebuah Islamic Center di daerah Jati Melati, Pondok Melati, Bekasi. Tujuannya adalah untuk membangun kader-kader dakwah yang memiliki akidah yang lurus dan pemahaman agama yang memadai.

Kader-kader dakwah itu digembleng dalam sebuah kegiatan, yaitu Pesantren Tinggi Al-Islam. Kegiatan inilah yang sekarang kemudian menjadi kegiatan utama Yayasan Alislam.

Ustaz Farid yang pernah menjabat Ketua Dewan Syuro Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia itu juga dikenal sebagai ulama anti-Syiah. Ia kerap memberi seminar dan postingan di media sosial untuk menyebarkan keyakinannya tersebut.

Ustaz Farid Okbah juga dikenal sebagai penulis buku yang produktif. Dari tangannya, lahir sejumlah buku. Antara lain ‘Ahlussunnah waljamaah dan dilema Syi’ah di Indonesia: fakta & data perkembangan Syiah di Indonesia’, lalu ada buku ‘Mempersiapkan Kekuatan Umat Islam’.

Tak hanya itu saja, ada juga buku ‘Menemukan Kehidupan yang Hilang’, ada juga buku ‘Hidup Hanya Sekali Jangan Salah Jalan’. Dan beberapa buku lainnya.

Ustaz Farid memang selain pendakwah yang aktif, juga menjadi penulis buku dan kajian ke-Islaman. Karyanya tersebar dan dibaca banyak orang.

Penangkapan Ustaz Farid juga menimbulkan pertanyaan dari Anwar Abbas. Pria yang kini juga menjabat sebagai Wakil Ketua MUI itu menilai Farid merupakan sosok yang dikenal antikekerasan.

Karena itu, dia mempertanyakan Densus 88 dalam penangkapan Farid. Bila Densus 88 yang bergerak sudah pasti berkaitan dengan terorisme.

“Pertanyaan saya tindakan apa yang telah dilakukan oleh Farid Okbah yang terkait dengan terorisme sebab sepanjang pengetahuan saya yang bersangkutan adalah seorang ulama yang anti-dengan tindak kekerasan tapi kok dia ditangkap oleh Densus 88?” kata Anwar Abbas dalam keterangannya, Selasa (16/11/2021).

“Kita meminta Densus 88 agar bisa menjelaskan hal ini sejelas-jelasnya kepada publik. Sebab kita juga berkepentingan dengan menjaga nama baik Presiden,” tambah dia.

Hingga kini Mabes Polri masih melakukan pemeriksaan ke Ustaz Farid. Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo menjelaskan pihaknya akan memberikan penjelasan setelah datanya lengkap.

“Dugaan teroris itu tentunya dari hasil pemeriksaan dan pengembangan yang ditangkap. Nanti apabila sudah ada data lengkapnya akan kita sampaikan ke teman-teman media. Tolong bersabar. Kita sedang lakukan pemeriksaan terhadap kasus tersebut,” jelas Dedi.

Farid Dewan Syariah Lembaga Amil Zakat Badan Mal Abdurrahman Bin Auf

Sementara itu, dikutip dari OkeZone.com memberitakan Badan Nasional Penanggulangan Terorime (BNPT) RI menyebut bahwa terduga teroris Ustadz Farid Okbah merupakan salah satu anggota Jamaah Islamiyah (JI) yang tercatat pernah mengikuti pelatihan di Negara Afghanistan.

“Farid Ahmad Okbah itu lulusan LIPIA. Dia juga alumni Afghanistan, dia juga JI,” kata Direktur Pencegahan BNPT RI, Brigjen Ahmad Nurwakhid saat dihubungi, Jakarta, Rabu (17/11/2021).

Meski tak mengungkap pasti kapan Farid mengikuti pelatihan di Afghanistan, Ahmad menyebut, hal tersebut merupakan ranah dari penyidikan sehingga belum dapat diungkap ke publik lebih lanjut.

Mengingat, Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror saat ini masih melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap Farid yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

“Artinya, dia juga terkait dengan jaringan teror JI,” ujar Ahmad Nurwakhid. Disisi lain, Ahmad memastikan, setiap orang yang telah ditangkap oleh detasemen berlambang burung hantu pastinya telah didasari dengan barang bukti yang kuat.

Dalam hal ini, ia meyakini bahwa terduga pelaku ditangkap karena terlibat jaringan terorisme sebagaimana dilarang dalam Undang-undang Nomor 5 Tahun 2018. “Siapapun mereka, yang terkait dengan jaringan teror.

Memenuhi unsur tindak pidana teror, minimal dua alat bukti dilakukan tindakan yang namanya preventif strike. Ditangkap, ditindak untuk mencegah sebelum melakukan aksi teroris,” ucap Ahmad Nurwakhid.

Diketahui, Farid ditangkap oleh Densus 88 di Bekasi, Jawa Barat, kemarin Selasa 16 November 2021. Polisi juga menangkap Zain An-Najah dan Anung Al-Hamat. Mereka semua diduga merupakan kelompok dari Jamaah Islamiyah.

Dalam hal ini, Farid memiliki sejumlah latar belakang di jaringan teroris JI. Ia merupakan bagian dari tim sepuh atau Dewan Syuro di organisasi teroris tersebut. Kemudian, Farid juga disebut sebagai anggota dewan syariah Lembaga Amil Zakat Badan Mal Abdurrahman Bin Auf (LAZ BM ABA) atau Yayasan amal yang didirikan untuk pendanaan JI. Ustadz Farid juga pernah terlibat dalam pertemuan yang berkaitan dengan pengkaderan Jamaah Islamiyah (JI) di Bekasi.(*)

Editor : Redaksi

WhasApp

Google News WartaKepri