WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Meski cuma dihadiri sebanyak 32 orang anggota DPRD Kota Batam, Rapat Paripurna ke-6 masa persidangan III tahun 2016 agenda penyampaian reses anggota dewan dan penjelasan Walikota Batam terhadap rancangan kebijakan umum prioritas pelaporan anggaran sementara APBD Kota Batam tahun anggaran 2015 pada Senin (25/7/2016), tetap dilanjutkan.
“Walau hanya sebanyak 32 orang yang hadir dari jumlah total 50 orang anggota dewan Batam, sidang akan tetap kita dilanjutkan karena jumlah tersebut telah memenuhi syarat persidangan yakni 50%+1,” ungkap Pimpinan Rapat Paripurna, Nuryanto, SH dihadapan peserta sidang.
Pada kesempatan itu, Sekwan DPRD Kota Batam, Marzuki Ali membacakan penyampaian laporan reses masa persidangan III tahun 2016, dan penyampaian serta penjelasan Walikota tentang Ranperda pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahun 2015.
Selain itu, Marzuki juga membacakan tentang laporan pansus pembahasan Ranperda ijin usaha jasa dan konstruksi, laporan pansus pembahasan Ranperda pelaksanaan Pengurus Utamaan Gender (PUG) dalam pembangunan daerah, laporan pansus pembahasan Ranperda sistem kesehatan daerah dan sekaligus pengambilan keputusan, dan pandangan umum fraksi terhadap RPJMD Kota Batam.
Pengamatan wartakepri.co.id saat mengikuti sidang, dari beberapa penyampaian hasil reses, permasalahan pendidikan, kesehatan serta infrastruktur di Batam masih saja jadi topik hangat yang disampaikan oleh sejumlah anggota dewan dalam laporannya.
Seperti usulan di sektor pelayanan pemerintah kepada masyarakat, bidang pemerintah hukum, infrastruktur, pembuatan drainase, pengaspalan dan semenisasi, serta masalah kesejahteraan rakyat dan pendidikan.
Banyaknya masalah pada dunia pendidikan, sekarang ini membuat biaya pendidikan sangat mahal. Bahkan tidak itu saja, banyaknya keterlibatan oknum tertentu yang mengambil keuntungan mulai dari fasilitas sekolah, uang buku, uang pembangunan dan bangku, hingga kepada uang berupa bentuk ucapan terimakasih juga tidak bisa dipungkiri sebagai dasar dari bobroknya itu semua, kata Jurado Siburian dari Partai Persatuan Keadilan.
“Untuk masalah banjir yang sering terjadi, diharapkan kedepan pembangunan drainase bisa diperbanyak. Semoga itu dapat diwujudkan, termasuk juga semenisasi jalan agar bisa dipercepat,” pintanya.
Disamping itu, Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad yang hadir mengikuti sidang turut membenarkan sekelumit permasalahan yang dibahas oleh anggota dewan, termasuk RPJMD dari Walikota Batam.
“Banyak hal yang kita sampaikan ke DPRD pada Paripurna ini, seperti penanganan sampah hingga kepada pembangunan drainase dalam menanggulangi banjir serta penghijauan,” ujarnya. (ichsan)





























