Untung Rp 600 Juta per Bulan, Inilah Gaya Hidup Bos Narkoba di Batam

92
Warta Ekspose Narkoba di BNN Kepri

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Bisnis narkoba terbukti membuat Anda kaya. Namun, berkat kebodohan pelaku juga maka kasus narkoba diungkap oleh aparat penegak hukum.

Tinggal di rumah mewah di Kota Batam, tepatnya di kawasan Royal Grande Batam Centre, memiliki sejumlah sepeda motor setipe dengan pembalap Valentino Rossie, dan memiliki wanita cantik membuat Bos Narkoba di Kota Batam ini hidup bak Raja di Surga.

Belum lagi, beberapa unit mobil dan jelas di kampung halamannya tengah membangun rumah mewah seluas 3000 meter persegi di Sumatera Selatan.

Inilahkekayaan AJ “Bos Minyak di Batam” yang mengaku mampu meraup untung hingga Rp 600 juta per bulan dari bisnis narkoba, dengan pangsa pasarnya di Wilayah Batam dan Kampung halamannya di Sumatera Selatan.

AJ tinggal di Perumahan Royal Grande bersama wanita muda yang mengaku istrinya. Padahal AJ juga memiliki istri di kampung halaman.

” Kekayaannya luar biasa dari jual narkoba, sebulan bisa untung Rp 600 jutaan bersih ke dia, itu sudah dipotong untuk bayar kurir dan pemasok dari Malaysia. Sistemnya kerjanya, barang dibawa dari Malaysia, sesuai pesanan di Palembang. Pembayaran ke kurir dari Malaysia, begitu sampai barang di Batam. Setelah itu, barang dibawa oleh kurir dari Batam ke Palembang menggunakan pesawat terbang. Kekayaan yang diraup inilah membuat SJ yang ternyata tidak pernah merokok dan menggunakan narkoba ini bisa membeli aneka kendaraan mewah di Batam. Padahal, dia cuma penangguran yang hobi balap motor,” ujar AKBP Bubung Bubung Pramiadi, Jumat (26/8/2016) kepada wartawan di BNN Kepri.

PKPONLINE PKP DREAMLAND

Dengan uang yang banyak, maka AJ membeli aneka motor mewah yang memang dari lama suka taruhan balap motor. Tanpa disadari, dengan posisi penggangguran tapi mampu membeli aneka barang merah, menjadi sorotan PPATK.

Jadi penangkapan AJ dan jaringannya yang dia mengaku di Kampung Halam di Sumatera Selatan, sebagai Bos Minyak di Batam, berkat kerjasama tiga instasi Badan Narkotika di Sumatera Selatan, Sumatera Utara , Kepri serta dari tim PPATK yang melacak dan mencurigai aliran dana ke AJ dan istri.

Adapun, AJ dan jaringannya terungkap setelah BNN Kepri Pada hari Kamis tanggal 28 Juli 2016 sekira pukul 08.00 Wib petugas BNNP Kepri melakukan penangkapan terhadap 1 (satu) orang laki-laki a.n. R (51 thn) WNI di pinggir jalan depan Mesjid Baitur Rahman Sekupang Kota Batam karena diduga melakukan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika Golongan I jenis Sabu seberat bruto ± 4200 (empat ribu dua ratus) gram.

Petugas kemudian melakukan pengembangan dan kembali melakukan penangkapan di salah satu kamar hotel di Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau sekira pukul 12.00 Wib terhadap 2 (dua) orang laki-laki a.n. D (24 thn) WNI dan M (19 thn) WNI yang rencananya akan mengambil Sabu dari R. Kemudian petugas melakukan pengembangan dan sekira pukul 13.00 Wib menangkap 1 (satu) orang laki-laki a.n A (21 thn) WNI di dalam kamar kosan depan Newton Nagoya Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau.

Berdasarkan keterangan dari R bahwa Narkotika Golongan I jenis Sabu tersebut diperolehnya dari nelayan setelah ia mendapatkan perintah dari orang Malaysia yang berinisial N (DPO) dan H (DPO) untuk mengambil Sabu tersebut dengan upah sebesar RM 5.000 (Lima Ribu Ringgit Malaysia).

Tersangka D dan M memberikan keterangan bahwa mereka mendapatkan perintah dari pasangan suami-istri YS (DPO) WNI dan AJ (DPO) WNI untuk mengambil Sabu tersebut dari tersangka R yang selanjutnya Sabu tersebut akan dibawa ke Palembang untuk diedarkan. Dari Keterangan tersebut petugas langsung melakukan pengejaran terhadap YS dan AJ ke Palembang, tetapi kedua DPO tersebut mencium kedatangan petugas BNNP Kepri dan melarikan diri.

Melalui penyelidikan yang panjang akhirnya didapatkan informasi keberadaan YS di Bagan Siapiapi, Provinsi Riau. Petugas kemudian langsung bergerak melakukan pengejaran dan pada hari Jum’at tanggal 19 Agustus 2016 sekira pukul 12.00 Wib petugas berhasil menangkap YS di tempat persembunyiannya di sebuah rumah di Gg. Bersaudara, Jl. Pahlawan, Bagan Hulu, Bagan Siapiapi, Provinsi Riau.

Setelah dilakukan interogasi oleh petugas BNNP Kepri tersangka YS memberikan keterangan bahwa suaminya AJ tidak berada bersama dirinya di Riau, melainkan berada di Sumatera Selatan, setelah mendapatkan informasi tersebut petugas segera menuju ke lokasi melakukan penyelidikan mencari keberadaan AJ. (dedy swd)

Komentar Anda

BBK MURAH FANINDO DEWAN PERS WARTAKEPRI