Sekarang Izin Usaha Warnet di Batam Dilimpahkan ke Kecamatan

93
Kompol Firdaus Asosiasi Pengusaha Warnet

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Pemerintah Kota Batam melalui Badan Kominfo dan Polresta Barelang tengah mensosialisasikan Perwako Kota Batam nomor 9 tahun 2016 tentang usaha warung internet. Sosialisasi ini menjelaskan agar usaha warnet menyediakan lahan parkir, pasang kameran pengawas dan juga tinggi dinding sekat.

Perwako nomor 9 tahun 2016 ini merupakan perubahan dari Perwako nomor 3 tahun 2015. Adapun perubahannya mencakup beberapa poin. Di antaranya kewajiban warnet untuk menyediakan lahan parkir, menjaga kebersihan, dan fasilitas penerangan yang handal. Warnet juga harus didukung kamera pengawas yang memadai, serta memperhatikan tinggi sekat agar masih tampak wajah pengakses internet.

” Pengelola warnet kami himbau agar dapat turut andil dalam menjaga kondusivitas sosial di Kota Batam. Caranya dengan mengikuti aturan penyelenggaraan warnet sesuai dengan yang sudah ditetapkan Pemerintah Kota Batam,” pesan Kompol Firdaus, di Kantor Walikota Batam.

Perwakilan Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kota Batam, Asril mengatakan Perwako tentang Usaha Warnet ini merupakan upaya Pemko Batam untuk meminimalisir penyalahgunaan warnet di kalangan pengguna. Dan terlebih lagi difokuskan pada pengguna yang masih berusia belia.

” Selain itu, perubahannya adalah perizinan dan pengawasan warnet telah dilimpahkan ke Kecamatan, tidak lagi ke BPM dan PTSP Kota Batam. Hal ini adalah untuk mempermudah pengawasan dan pengendalian warnet di Kota Batam,” sebutnya.

Kegiatan sosialisasi ini diikuti 150 peserta. Terdiri dari Asosiasi Pengusaha Warnet serta kepala seksi trantib kecamatan se-Kota Batam.

PKPONLINE PKP DREAMLAND

Kepala Badan Kominfo Kota Batam, Salim mengatakan pada dasarnya Pemerintah Kota Batam mendukung sepenuhnya keberadaan warnet di Kota Batam. Namun hendaknya keberadaan warnet ini tidak mengganggu kondusifitas sosial di Kota Batam.

Pada sesi tanya jawab, peserta berharap agar aturan mengenai jam tutup warnet bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi di lapangan.

“Ada saat di mana mahasiswa yang sedang menyusun skripsi mengerjakannya di warnet, jadi terkadang kami harus buka sampai jam 11 malam,” kata seorang peserta.

Selain itu, Asosiasi Pengusaha Warnet juga berharap agar lebih dilibatkan dalam penyusunan regulasi. Sehingga dapat mengakomidir keadaan di lapangan dan tidak mengganggu jalannya usaha.(mcb/dedy)

Komentar Anda

BBK MURAH FANINDO DEWAN PERS WARTAKEPRI