Kasus Perzinaan ABG KM dan SR di Polsek Serasan Siap di Sidangkan

258
Pencabulan di Polsek Serasan Natuna

WARTAKEPRI.co.id, NATUNA – Polres Natuna tengah menunggu jadwal persidangan atas kasus pencabulan anak di bawah umur dengan pelaku KM, kepada SR (16) warga Desa Pulau Panjang Natuna. Kasus ini ditangani Polsek Serasan dengan pelapor kedua orang tua korban. Kasus ini terbilang unik, karena diawal korban SR mau melayani KM jika dibayar uang Rp 300 ribu. Akan tetapi, usai bercinta, KM ingar janji.

Menurut Kapolres Natuna melalui Wakapolres Natuna Kompol Yudi Sukmayadi mengatakan berkas tahap dua pelaku anak sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Natuna, Kamis (1/9/2016) dan sudah lengkap serta sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Natuna.

” Ini merupakan yang pertama kali kasus persetubuhan anak di bawah umur yang bakal disidangkan.

Berkas tahap duanya hari ini, kita limpahkan ke Kejaksaan,” kata Wakapolres didampingi Kapolsek Serasan, AKP Benhur Gultom SE di Mapolres Natuna.

Dikatakannya, persetubuhan anak dibawah umur terjadi pada Februari 2016. Dan pihak orang tua korban baru melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Serasan tanggal 30 April 2016 lalu.

” Awalnya pihak keluarga korban ingin melakukan mediasi, tetapi tidak mendapat respon dari pelaku anak. Sehingga keluarga korban meminta perkara ini dilanjutkan sampai ke meja hijau,” jelas Yudi Sukmayadi.

Yudi Memeberkan kronologis, persetubuan telah dilaksanan ketika KM menghubungi SR melalui pesan singkat. Dalam pesan tersebut KM menanyakan kabar dan posisi keberadaan SR. Selanjutnya KM mengajak SR berhubungan intim. Akan tetapi SR enggan melakukan hubungan sek sebelum KM memberikan sejumlah uang.

” Korban dengan bergurau meminta imbalan sebesar Rp 500 ribu jika KM ingin bersetubuh dengannya. Lalu KM mencoba menawar dan terjadi kesepakatan bahwa KM akan membayar sejumlah uang Rp 300 ribu kepada korban dan akhirnya keduanya melakukan persetubuhan di semak belakang gudang dekat Subi,” jelas Yudi.

Setelah melakukan hubungan lanjut Wakapolres, pelaku anak KM tidak memberikan uang senilai Rp 300 ribu. Sehingga korban melapor kepada orang tua jika dirinya sudah disetubuhi oleh KM.

” Yang menjadi perhatian disini adalah kenakalan remaja di daerah kepulauan ini ternyata sangat tinggi. Bahkan penyelesaian masalah persetubuhan berujung pada pernikahan dini. Kita berharap penyelesaian perkara ini bisa diselesaikan ke jalur hukum agar memberikan efek jera dan menjadi contoh yang lain agar tidak melakukan persetubuhan sebelum menikah,” paparnya.

Terkait kasus persetubuhan anak dibawah umur ini, pelaku anak yang berhadapan dengan hukum dijerat dengan pasal 81 UU RI ayat 1 dan 2 nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak. “Ancamannya kurungan 15 tahun penjara,” tutupnya.(r/rikyrinovs)

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PEMKO BATAM Combo Sakti Telkomsel