WARTAKEPRI.co.id TANJUNGPINANG- Ratusan Dosen dan staff UMRAH, kembali mendatangi Kantor Gubernur Provinsi Kepri. Kedatangan dosen dan staff UMRAH ini, merupakan hasil kesepakatan pihak UMRAH dengan Kuasa Hukum Pemprov Kepri, pada Kamis (09/09) lalu, bahwa Gubernur Nurdin Basirun akan bersedia menggelar audiensi dengan perwakilan UMRAH, Selasa (13/09/2016)
Namun kali ini, lagi lagi dosen dan staff UMRAH dibuat kecewa, pasalnya Gubernur tidak berada ditempat. Misbardi Kepala Biro UMUM, menyampaikan permohonan maaf Gubernur, kepada pihak UMRAH.
“Pak Gubernur menyampaikan permohonan maaf, beliau menyampaikan salam buat para dosen dan staff UMRAH. Seharusnya pak gubernur berniat untuk hadir pada hari ini, namun karena pada waktu bersamaan, beliau rapat di Batam,”ungkap Misbardi.
Untuk itu tambah Misbardi, kepada pihak UMRAH yang bisa mewakili, agar nanti malam kita lakukan pertemuan di Batam.
” Gubernur bersedia malam ini, namun waktu dan tempatnya itu di Batam,’Ungkapnya lagi.
Selain itu Misbardi memastikan bahwa DIPA untuk Dana Hibah ke UMRAH, di DPPKAD masih ada.
“Saya telah mengecek. Bahwa anggaran itu masih ada, hanya saja saat ini kita menunggu rekomendasi Kadisdik Kepri,” katanya.
Sementara Yatim Mustafa yang berada ditempat yang sama, mengatakan bahwa dirinya akan segera menandatangani Naskah Pemberian Hibah Daerah (NPHD), menunggu jawaban dari Tim Pengawal Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D), Kejaksaan Tinggi.
” Saya tergantung jawaban dari tim TP4D kejaksaan, kalau mereka menjawab boleh, maka akan saya tanda tangan,”ungkap Yatim singkat.
Mendengar pernyataan Yatim , Dosen dan staff yang merasa dipermainkan oleh Yatim, meminta kepada Yatim Mustafa untuk menandatangani Berita Acara penolakan pemberian rekomendasi itu.
“Sebagai pejabat Negara, bapak harus bertindak sesuai dengan administrasi negara, jika bapak tidak ingin menandatangani NPHD, silakan tanda tangan pernyataan ini,” ungkap Winata Wira.
Winata Wira menegaskan bahwa kedatangan dosen dan staff, bukan melakukan aksi unjuk rasa, melainkan kedatangan dosen dan staff, yakni untuk menggelar audiensi dengan gubernur Kepri, sesuai dengan janji kuasa hukum provinsi pada pertemuan beberapa waktu lalu.
“Kami bukan melakukan aksi unjuk rasa, akan tetapi kami ingin audiensi, agar solusi terhadap persoalan ini selesai.” ungkapnya. (r/yansah).
Sementara Yatim Mustafa yang berada ditempat yang sama, mengatakan bahwa dirinya akan segera menandatangani Naskah Pemberian Hibah Daerah (NPHD), menunggu jawaban dari Tim Pengawal Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D), Kejaksaan Tinggi.
” Saya tergantung jawaban dari tim TP4D kejaksaan, kalau mereka menjawab boleh, maka akan saya tanda tangan,”ungkap Yatim singkat.
Mendengar pernyataan Yatim , Dosen dan staff yang merasa dipermainkan oleh Yatim, meminta kepada Yatim Mustafa untuk menandatangani Berita Acara penolakan pemberian rekomendasi itu.
“Sebagai pejabat Negara, bapak harus bertindak sesuai dengan administrasi negara, jika bapak tidak ingin menandatangani NPHD, silakan tanda tangan pernyataan ini,” ungkap Winata Wira.
Winata Wira menegaskan bahwa kedatangan dosen dan staff, bukan melakukan aksi unjuk rasa, melainkan kedatangan dosen dan staff, yakni untuk menggelar audiensi dengan gubernur Kepri, sesuai dengan janji kuasa hukum provinsi pada pertemuan beberapa waktu lalu.
“Kami bukan melakukan aksi unjuk rasa, akan tetapi kami ingin audiensi, agar solusi terhadap persoalan ini selesai.” ungkapnya. (r/yansah).
@wartakepri Terimakasih Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura partisipasi di Ulang Tahun ke 10 Media WartaKepri.co.id , ( 22 Desember 2015 - 22 Desember 2025) #hbd❤️ #wartakepritv #kepri #batam #wartakepri.co.id ♬ Happy Birthday to You acoustic guitar - C_O


























