Home Berita Utama Danlanud Ranai Minta Nelayan Tidak Mendekat ke Perairan Tanjung Pasir

Danlanud Ranai Minta Nelayan Tidak Mendekat ke Perairan Tanjung Pasir

warta-latihan-tni-au-di-ranai-natuna
PANBIL MALL   Grand Mercure Batam

WARTAKEPRI.co.id, NATUNA – Latihan Puncak TNI Angkatan Udara “Angkasa Yudha” 2016 akan digelar di Natuna terjadwal akan digelar tanggal 3 Oktober dan puncak tangal 6 mendatang diikuti oleh 2.200 orang personel TNI AU dari berbagai satuan, dengan melibatkan berbagai jenis alusista milik TNI AU termasuk porsenil, hampir semua tergelar di Lanud Ranai nanti.

Angkasa Yudha adalah latihan puncak yang digelar TNI AU untuk meningkatkan kesiagaan dan pengawasan wilayah terdepan Kepulauan Riau. Komandan Pangkalan Udara (Lanud) Ranai, Kolonel (pnb) Nurtantio Affan SE MH, mengakui, baik dari unsur tempur, unsur angkut, unsur heli, unsur rudal, unsur radar, unsur pasukan dan lain sebagainya telah siap,” kata dia.

Nurtantio mengimbau kepada warga dan nelayan khususnya untuk tidak beraktivitas di laut pada tanggal pelaksanaan latihan tersebut.

” Wilayah laut khususnya di kawasan Tanjung Pasir akan menjadi lokasi tembak baik dari pesawat maupun dari senjata yang berada di daratan. Khususnya di daerah latihan, nelayan diminta untuk tidak medekat di radius 2,5 kilometer, yang ada di depan landasan demi keamanan,” ungkapnya.

Untuk keselamatan warga dan menghindari dari hal yang tidak diinginkan, masyarakat diminta agar dapat mengindahkan imbauan tersebut. Namun Danlanud tidak melarang jika warga ingin menyaksikan latihan tersebut.

“ Masyarakat diminta untuk tidak mendekat, bila ingin menyaksikan secara langsung diharapkan dapat mencari lokasi yang aman dan tidak membahayakan,” tutur Nurtantio.

Nanti pada saat Tiba R1, Presiden nantinya turut menyaksikan latihan udara di badara enclave sipil areal bandara akan disterilisasi oleh pers Pam Au ,”

Bagi Warga masyarakat Umum Inggin Menyaksikan latihan Silahkan nonton, bisa melihat di Pos Depan Lanud Dan Koramil dengan Tertib.

Latihan puncak TNI AU Angkasa Yudha 2016 meliputi simulasi skenario taktik dan operasi serangan terbaru untuk menghadapi serangan musuh.

Di antaranya taktik penyerangan dengan menggunakan paket pesawat tempur, taktik penghadangan pesawat musuh, membungkam pertahanan udara musuh, dan pengeboman musuh dengan semua pesawat tempur.

Pemindahan tempat latihan ini juga bagian dari kampanye kedaulatan Indonesia di wilayah Laut China Selatan yang terus memanas.

Memang tidak ada yang mengusik wilayah teritorial Natuna, namun 80 persen ZEE laut Natuna diklaim oleh China. Wilayah laut Natuna sangat kaya kandungan mineral alam.(rikyrinov)

Google News WartaKepri Banner DPRD Batam 2026

WhasApp