Jadi Wakil Menteri ESDM, Archandra Tahar Ucapkan Alhamdulilah

707
pelantikan-menteri-dan-wakil-menteri-esdm_foto-viva-news

WARTAKEPRI.co.id, JAKARTA – Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly memastikan Arcandra Tahar yang telah dilantik sebagai Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral sudah 100 persen berstatus Warga Negara Indonesia.

” Sudah beres, mantap. Sudah beres 100 persen WNI,” kata Yasonna Laoly di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat.

Sebelumnya status kewarganegaraan Archandra Tahar sempat menjadi persoalan yang kontroversial di kalangan masyarakat.

Archandra sempat diangkat menjadi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada Juli 2016 sebelum Presiden Jokowi memberhentikannya pada 14 Agustus 2016 karena masalah kewarganegaraannya.

Namun pada 1 September 2016, Menkumham mengeluarkan surat yang mengukuhkan kembali status kewarganegaraan Indonesia bagi Archandra.

” Sejak itu, iya,” kata Yasonna ketika dikonfirmasi mengenai waktu rilisnya secara resmi kewarganegaraan Archandra Tahar.

Archandra Tahar sendiri telah memastikan seluruh persoalan terkait dirinya sudah selesai sebelum pelantikannya sebagai Wakil Menteri ESDM.

” Saya kira semua persoalannya sudah diselesaikan dan Alhamdulilah saya sekarang dilantik oleh Bapak Presiden,” kata Archandra Tahar setelah pelantikan Menteri ESDM dan Wakil Menteri ESDM di Istana Negara Jakarta.

Setelah dilantik, Arcandra mengatakan akan bekerja sama dengan Menteri ESDM Ignasius Jonan dalam hal merevitalisasi sektor energi di Indonesia.

Ia menambahkan Indonesia membutuhkan figur seperti Jonan untuk mewujudkan reformasi sektor energi.

“Dalam hal ini kita butuh figur Pak Jonan dan saya sepenuhnya akan mendukung Pak Jonan dalam menjalankan tugas-tugas di Kementerian ESDM,” katanya.

Sebagaimana Jonan yang dihubungi Istana pada sekitar pukul 11.00 WIB siang ini, Arcandra mengaku baru dihubungi beberapa jam sebelum pelantikan atas dirinya yang dilakukan pada pukul 13.30 WIB.

“Kayaknya beberapa jam sebelum ini,” kata Arcandra.

Ia mengaku tidak mempersoalkan status dan penunjukkan dirinya sebagai wakil menteri sedangkan sebelumnya ia justru diangkat sebagai Menteri ESDM.

“Seperti yang pernah saya ucapkan semoga niat saya pulang diluruskan kembali. Di mana pun ditempatkan dan ini adalah keputusan terbaik yang diambil oleh Bapak Presiden dan saya siap untuk mengabdi di mana pun dan kapan pun,” katanya.

Menurut dia, sudah menjadi konsekuensi bagi dirinya sebagai orang Indonesia yang bersedia untuk pulang dan mengabdi bagi bangsa dan negara.

Sementara terkait posisi Wakil Menteri ESDM yang sebelumnya tidak ada dalam nomenklatur, Arcandra menganggap Presiden tentu memiliki pertimbangan khusus atas posisi tersebut.

“Sebagai warga negara Indonesia tentu saya harus mendukung apapun yang diputuskan oleh Bapak Presiden,” kata pria berdarah Padang itu. (antara)

Honda Capella

FANINDO