WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Sebagai mantan anggota polisi yang memilih pensiun muda, namun kemampuan menembak Muhammad Rudi yang kini menjadi Walikota Batam masih cukup akurat. Terbukti dari banyaknya peluru yang masuk ke titik sasaran di papan target dalam acara fun shooting di markas Yonif Marinir 10/SBY di Pulau Setokok, Kamis (20/10/2016).
Selain di sasaran mata sapi, peluru dari pistol P226 yang dipakai Rudi pun mengenai sasaran plat yang tingkat kesulitannya lebih tinggi. Kemampuan ini mengikuti akurasi tembakan plat yang juga sama oleh Komandan Lanal, Komandan Kodim, dan Komandan Yonif Marinir.
Kegiatan menembak tersebut sangat dinantikan Rudi. Bahkan sehari sebelumnya ia sudah menyampaikan rencana ini kepada sejumlah wartawan.
Pada kesempatan tersebut, tiap peserta diberi lima amunisi untuk satu kali percobaan. Namun beberapa peserta mencoba dua hingga tiga kali kesempatan.
Fun shooting yang digelar Danyonif Marinir ini juga diikuti Wakil Walikota, Kepala Kejaksaan Negeri, serta kepala SKPD di lingkungan Pemerintah Kota Batam. Dan istri-istri pejabat tinggi di Batam juga tak mau ketinggalan mencoba tarik pelatuk meski hanya satu kali tembakan.
Acara ini dilaksanakan sekaligus dalam rangkaian perpisahan dengan Danyonif Marinir 10/SBY, Letkol Marinir Anjas Wicaksono Putro. Pada kesempatan tersebut Anjas mengucapkan terima kasih Forum Komunikasi Perangkat Daerah (FKPD) yang selama ini sudah bekerjasama dengan baik sekali.
” Mudah-mudahan ini bisa terus dipertahankan untuk kemajuan Kota Batam. Kepada seluruh prajurit dan keluarga, keberadaan kita merupakan kebanggaan bukan hanya untuk satuan tapi untuk korps marinir,” ujarnya.
Ia mengingatkan kepada para prajurit bahwa satuan marinir ini akan terus ada sampai kapanpun. Dan ia berpesan agar para prajurit menjaga satuan ini dengan baik, berkaryalah dengan profesional, dan berhubungan baiklah dengan masyarakat.
” Dan terakhir, izinkan saya untuk pamit,” kata Anjas.
Pernyataannya ini sempat diwarnai drama penolakan oleh prajurit marinir. Para prajurit berharap Anjas tetap menjadi komandan mereka.
Bahkan mereka menghadap Walikota dan meminta bantuannya agar Anjas tak dipindahkan dari satuan ini.
” Kalian sayang Komandan kalian kan? Kalian ingin beliau jadi jenderal kan? Kalau begitu ikhlaskan beliau untuk pindah supaya semakin maju,” kata Rudi menjawab permintaan prajurit.(mcb/ded)






























