Apa Kata Polda Kepri Soal Gerakan Spanduk Tolak UWTO di Batam

283
spanduk-tolak-uwto-batam

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Pemasangan sejumlah spanduk penolakan uang wajib tahunan otorita (UWTO) di hampir seluruh wilayah Batam, pada beberapa hari belakangan ini, memantik respon dan pembicaraan banyak orang.

Selain itu terendus kabar bahwa akan ada aksi besar-besaran oleh organisasi dan kelompok etnis tertentu untuk menolak kenaikan UWTO tersebut. Namun apa kata pihak kepolisian Polda Kepri?

Polda Kepri melalui Kabid Humas AKBP Erlangga mengatakan, pemasangan spanduk sebagai salah satu sarana masyarakat menyampaikan pendapat atau berekspresi sehingga tidak ada masalah.

” Itu salah satu sarana masyarakat menyampaikan pendapat atau berekspresi, sepanjang di dalam isi spanduk tidak ada yang dirugikan, melanggar hukum, saya kira tidak masalah,” kata Erlangga.

Katanya, apabilah pemasangan spanduk menjadi tidak tertib dan merusak keindahan kota, hal itu menjadi tugas Satpol PP untuk menertibkan.

” Jika pemasangan spanduk menjadi tidak tertib, merusak keindahan kota, silahkan itu Satpol PP yang menertibkan, karena itu menjadi ranahnya Satpol PP,”kata Erlangga.




Selain itu terkait rencana aksi demonstrasi, Erlangga mengatakan, penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak masyarakat yang dilindungi Undang-undang. Tetapi tidak boleh mengganggu kepentingan umum dan tidak anarkis.

” Demo tidak masalah karena itu hak masyarakat. Namun harus tertib, tidak mengganggu kepentingan umum dan tidak anarkis,” kata Erlangga.

Menurutnya, dalam aksi demo tersebut, kewajiban Polri adalah memberikan pelayanan dengan memberikan pengamanan selama kegiatan Unras dilaksanakan. Tentunya tetap harus sesuai dengan koridor hukum dan ketentuan yang berlaku. (Alvin Lamaberaf)

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PEMKO BATAM Combo Sakti Telkomsel