Teka Teki Siapa Aktor Politik Paska Ba'da Isya 4 November 2016 – WartaKepri.co.id
59 views

Teka Teki Siapa Aktor Politik Paska Ba’da Isya 4 November 2016





WARTAKEPRI.co.id – Aktor-aktor politik yang menunggang i aksi unjuk rasa 4 November sudah berada di tangan Presiden Jokowi, tinggal keberanian Presiden untuk memprosesnya.
Meski pidato disampaikan secara singkat dengan penampilan santai mengenakan jaket warna cokelat, Presiden Joko Widodo menyampaikan pesan secara tegas, bahwa aksi unjuk rasa besar yang semula damai namun berakhir rusuh itu telah ditunggangi aktor-aktor politik.

Siapa “aktor-aktor politik” yang dimaksudkan Jokowi itu? Apakah “aktor politik” yang dimaksudkan Presiden Jokowi sama dengan istilah “aktor intelektual” sebagaimana yang sering terdengar pada zaman Orde. Baru.‎

Dalam pidato lewat tengah malam, Sabtu 5 November 2016 di Istana Negara itu, Jokowi menekankan adanya “aktor-aktor politik”. Artinya, banyak aktor yang terlibat, bukan hanya seorang. Aktor sejatinya berasal dari bahasa Inggris, actor, yang berarti “pelaku”

“Kita menyesalkan kejadian bada Isya yang seharusnya sudah bubar tapi menjadi rusuh dan ini kita lihat telah ditunggangi aktor-aktor politik yang memanfaatkan situasi,” kata Jokowi.

Sebagai Presiden/Panglima Tertinggi untuk tiga matra, Jokowi memiliki instrumen negara yang bekerja bukan hanya untuk kepentingannya, tetapi untuk kepentingan negara. Selain TNI dan Polri, Jokowi juga memiliki badan intelijen yang bekerja untuk negara.

Tentu saja Jokowi tidak asal bicara, dia tentu telah mendapat nama “aktor-aktor politik” penunggang unjuk rasa itu dari mesin intelijen yang bekerja untuknya, untuk negara. Analisa di atas mengacu pada pidato tersebut yang viral disejumlah media sosial.

Petikan Siaran Pers Pidato Presiden Jokowi

Bismillahirahmanirahim,
Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Sebagai negara demokrasi, kita menghargai proses penyampaian aspirasi melaui unjuk rasa yang dilakukan pada hari ini. Dengan cara-cara yang tertib dan damai.

Terima kasih, kami sampaikan kepada para ulama, para kiyai, para habaib, para uztad yang telah memimpin umatnya yang menyejukkan sehingga sampai Magrib tadi berjalan dengan tertib dan damai.

Tapi kita menyesalkan kejadian ba’da isya, yang seharusnya sudah bubar, tetapi menjadi rusuh. Dan ini kita lihat telah ditunggangi oleh aktor-aktor politik yang memanfaatkan situasi.

Sebelumnya, saya telah memerintahkan Wakil Presiden untuk menerima perwakilan unjuk rasa yang didampingi Menkopolhukam, Sesneg, Menteri Agama, Kapolri, Panglima TNI, Kepala Staf Kepresidenan, dalam pertemuan itu telah disampaikan bawah proses hukum terhadap saudara Basuki Cahaya Purnama akan dilakukan secara tegas, cepat dan transparan.

Oleh sebab itu, saya minta, para pengunjuk rasa untuk kembali pulang ke rumah masing-masing, ke daerah masing-masing dengan tertib, biarkan aparat keamanan bekerja menyelesaikan proses penegakan hukum seadil-adilnya.

Terakhir, saya mengapresiasi kerja keras aparat keamanan yang melakukan pendekatan persuasif, dalam menjaga situasi sehingga tetap kondusif.

Saya harap masyarakat tetap tenang dan menjaga lingkungan masing-masing sehingga situasi tetap aman dan damai.

Terima kasih..
Asssalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Pidato yang singkat dan tentu tidak titik disitu. Publik bisa saja menunggu apa yang akan terjadi setelah hari Senin 7 November 2016. Presiden telah mengumumkan komitmennya, dan kini tinggal menunggu peran politik apa yang akan dimainkan. (*)
Rickyrinovsky‎
Pemerhati Sosial dan Jurnalis ‎di Natuna


PKP DREAMLAND
FANINDO
WIRARAJA
DEWAN PERS WARTAKEPRI

Pendapat Anda

59 views