Gerakan Rakyat Tolak UWTO Tantang DPRD Batam dan Pengusaha Ikut Demo

488
Aldi Braga dan Syaiful Badri

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Gerakan Rakyat Mengugat (Geram) menolak UWTO yang terdiri dari tokoh tokoh LSM dan organisasi di Kota Batam memastikan aksi unjuk rasa dan demo massa akan berlangsung selama tiga hari di Kota Batam. Unjuk rasa diawali dengan ajakan pelaku usaha untuk menutup tempat usaha mereka selam dua hari mulai Senin, Selasa (14,15 November 2016) dan dilanjutkan dengan demo massa pada Rabu (16/11/2016).

Hal ini disampaikan oleh salah seorang koordinator aksi Geram Syaiful Badri, bahwa gerakan penolakan UWTO di Kota Batam dilakukan agar pemerintah Pusat mencabut PMK 148 tentang pemberlakuaan tarif UWTO Tahun 2016. Proses tutup toko oleh pengusaha bersifat himbauan, dan solideritas dari pelaku usaha jika mereka memang tidak setuju soal UWTO.

” Jika upaya dua hari tutup usaha ini mampu mencabut PMK, maka aksi massa pada Rabunya tidak perlu lagi dilakukan. Namun, jika tidak digubris, kami dari berbagai elemen memastikan turun ke jalan bersama seluruh masyarakat yang menolak UWTO di Batam,” ujar Syaiful Badri, didampingi Aldi Braga, Minggu (13/11/2016).

Honda Capella

Dijelaskan Syaiful, selain masyarakat Batam, untuk demo massa juga harus diperlihatkan oleh politisi yang ada di DPRD Kota Batam. Dewan Batam harus jelas statusnya, mendukung yang mana, dukung gerakan masyarakat atau tidak.

” Jika rakyat turun, maka anggota dewan mestinya turun juga. Dewan jangan abu-abu statusnya, dan perlu ketegasan. Sehingga kita tahu dewan partai mana yang menolak UWTO dan mana yang menerima PMK,” ujar Syaiful Badri lagi

Ditambahkan Aldi Braga, aksi massa yang dikoordinatori Geram Batam ini merupakan aksi damai dan tidak ada niat untuk menciptakan Kota Batam tidak kondusif.

” Kami akan aksi secara damai, dan masyaraka tidak perlu dicemas. Karena demo ini juga untuk kepentingan masyarakat Batam yang memiliki rumah di Batam.

Selain itu, diminta juga para pengusaha di Batam untuk ikut turun dalam aksi massa nanti. Buktikan kalau mereka juga mendukung penolakan aturan UWTO dan PMK 148.

” Biar kita tahu siapa pengusaha yang pro dan mana yang tidak,”ujar Aldi lagi.(dedy swd)

FANINDO