WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Kondisi keuangan bright PLN Batam yang semakin memburuk akibat menjual daya dibawah Biaya Pokok Produksi (BPP), menjadi perhatian serius Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Provinsi Kepri.
Sekretaris Perusahaan bright PLN Batam, Samsul Bahri menyebutkan bahwa perhatian tersebut diberikan oleh BPKP melalui dukungan penyesuaian tarif setara nasional untuk bright PLN Batam yang mengalami keterpurukan keuangan selama 2 tahun terakhir. Walaupun belum di audit BPKP, keuangan bright PLN Batam minus sebesar Rp 26 Miliar.
“Minusnya keuangan itu, diperoleh dari hasil auditor publik sekelas Price Waterhouse Coopers (PWC) yang menyebutkan kepada BPKP Kepri. Meski begitu, BPKP akan siap lakukan audit second opnion jika diminta oleh pemerintah,” ujarnya kepada wartakepri.co.id, Senin (21/11/2016).
Dikatakannya, keuntungan yang sebelumnya didapat bright PLN Batam untuk investasi, terus saja terkuras untuk membeli bahan baku primer yang harus dikeluarkan sebesar 6 juta US Dolar atau sekitar Rp 70 miliar perbulan. Jumlah tersebut, diluar gaji serta biaya operasional PLN Batam. Penghematan yang dilakukan dalam segala sektor, tidak mampu membantu keuangan secara signifikan.
“Jika tidak disikapi dengan bijak, dikhawatirkan mengganggu kehandalan listrik bright PLN Batam. Kalau tak ada uang untuk beli bahan baku, tentunya mesin tidak pula bisa beroperasi. Pembangkit yang ada sama saja dengan tak ada gunanya,” terangnya.
Oleh sebab itu, Samsul berharap kepada DPRD dan instansi terkait agar dapat memahami kondisi bright PLN Batam yang sekarang ini sedang berada dalam kondisi terpuruk. Penyesuaian tarif listrik yang telah diajukan, diharapkan bisa secepatnya direalisasikan guna menjamin ketersediaan pasokan listrik masyarakat.
“Penyesuaian tarif ini dilakukan dan diberikan untuk kepentingan masyarakat banyak,” ujarnya.
Kebutuhan listrik bukan hanya untuk sekali saja, melainkan untuk kebutuhan jangka panjang. Disisi lain, juga bisa berinvestasi dan menjawab pertumbuhan pelanggan. Sehingga seluruh masyarakat Kepri dapat merasakan kebanyakan listrik Batam. Bright PLN Batam tidak hanya melayani Batam, tapi juga telah masuk ke beberapa pulau seperti Belakang Padang, tutupnya. (ril/san)






























