Kejari Batam Sudah Terima SPDP Tersangka Pembakar Glory Home

391

 

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Kejaksaan Negeri Batam sudah menerima surat perintah dimulai penyidikan (SPDP) dari Kepolisian Polresta Barelang, atas tiga tersangka pembakar rumah Glory Home Bengkong Batam.

“Ya SPDP tersangka sudah terima tanggal 22 November 2016. Dan telah diterbitkan surat perpanjangan penahanan dari Kajari Batam (T-4) tanggal 25 November 2016. Saat ini, Kejaksaan hanya menunggu penyerahan berkas perkara dari penyidik Kepolisian saja,” kata Ian Z, Jaksa Kejari Batam, Jumat (2/12/2016).

Diberita sebelumnya, Kapolresta Barelang, Kombes Pol. Drs Helmy Santika mengatakan bahwa perpanjangan penahanan tiga tersangka pembakar rumah di perumahan Glory Home Bengkong Harapan Swadaya sudah dilakukan, hanya saja saya lupa nomor dan tanggal suratnya.

Disamping itu, Kami sudah beritahukan pada keluarga tersangka dan Kejaksaan Negeri Batam, soal perpanjangan penahanan tiga tersangka. Pasal pada tiga tersangka, akan dikenakan pasal pembakaran dengan hukuman 6 penjara. Kata Kombes Pol. Drs Helmy Santika.

Ketiga tersangka merupakan warga sebelah atau simpatisan bukan warga yang lahan dieksekusi. Karena mereka adalah sama sama yang tinggal di rumah liar, sehingga merasa jika hal itu akan terjadi pada dirinya, ujar Helmy Santika.

Berita sebelumnya, kerusuhan saat dilaksanakan eksekusi lahan oleh tim terpadu yang dipimpin Ketua Pengadilan Negeri Batam melalui Kepala Panitera, Mustafa SH.MH mendapat perlawanan dari warga Bengkong Harapan Swadaya.

Warga melakukan tindakan anarkis berupa; membakar ban bekas, menutup akses jalan ke lokasi lahan dengan kayu dan terjadinya pelemparan bom molotob hingga membakar 18 unit rumah perumahan Glory Home Batam.

Atas kebringasan warga saat itu, maka pihak kepolisian menangkap dan menahan 3 tersangka dari lokasi eksekusi lahan yang diduga sebagai provokator untuk membakar 18 rumah perumahan Glory Home dengan menggunakan bom molotob.

Akibat gagalnya eksekusi lahan selus 40.820 meter Bengkong Harapan Swadaya, maka pemilik PT Kencana Raya Maju (KRM) kecewa.

Pengadilan Negeri Batam sudah memutuskan pada tanggal 7 September 2016, bahwa PT Glory selaku pengembang sebagai pemenang. Peringatan pun sudah dilakukan hingga tiga kali pada warga.(alvin/nikson simanjuntak )
DEWAN PERS WARTAKEPRI

FANINDO

FANINDO

PKP HIMALAYA