Kepala BP Batam Hatanto “Curhat” Perihal Penghambat Investasi di Pulau Batam

214
BP Batam dan Pejabatnya

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Press confrence yang dilaksanakan di Gedung Marketing BP Batam dimana membahas tentang Perka Revisi Tarif UWT, dihadiri oleh Ketua BP Batam, Deputi 3, Deputi 5 dan Staff Badan Pengusahaan Batam, Selasa (25/01/2017)

Selain membahas Peraturan Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan pelabuhan Bebas Batam Nomor 1 Tahun 2017, Pimpinan BP Batam juga mengungkap masalah utama yang menghambat investasi di Pulau Batam, serta menjelaskan tentang Program Jangka pendek dan Simulasi target jangka panjang.

Ketua BP Batam, Hatanto Reksodipoetro menjabarkan masalah utama yang menghambat investasi, antara lain :

1. Politik lokal tidak kondusif.
2. Proses perizinan investasi lama, berbelit serta tidak pasti.
3. Manajemen lahan yang juga carut marut.
4. Proses perizinan di pelabuhan lambat.
5. Iklim ketenagakerjaan tidak kondusif
6. Investor besar hengkang dari Batam.
7. Dukungan sistem IT tidak optimal.
8. Mulai terjadi kemacetan-kemacetan lalu lintas
9. Rumah liar dan kios liar yang menjamur
10. Kelangkaan energi dan air.

PKP HIMALAYA

Untuk itu, BP Batam dalam program jangka pendeknya diantaranya akan melakukan revitalisasi pelayanan umum, Penyelesaian permasalahan lahan, Revitalisasi meningkatkan kinerja Pelabuhan Laut, Revitalisasi meningkatkan kinerja Bandar Udara, Revitalisasi meningkatkan kinerja Rumah Sakit.

Revitalisasi Prasarana dan sarana, Revitalisasi pengolahan jasa air limbah, Revitalisasi pemanfaatan Aset, Penyempurnaan sistem perencanaan internal, Revitalisasi Organisasi manajemen dan Sumber daya manusia, Peningkatan kinerja sistem evaluasi dan pengadilan serta Revitalisasi kantor perwakilan.

” Dan Simulasi target jangka panjang yang akan dilakukan dengan Reformasi dalam sistem manajemen dan pengolahan lahan dengan proses baru dan menerapkan Seaport Management System,” ungkapnya Hatanto.(andi pratama)

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PEMKO BATAM Combo Sakti Telkomsel