WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Dalam kunjungan kerja Menteri Koordinator Kemaritiman RI, Luhut Binsar Panjaitan. menyempatkan waktu untuk berdialog dengan para pengusaha di kota Batam, di ruang VVIP Ruang tunggu Bandar Udara Hang Nadim, Kamis (2/02/2017)
Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) mengundang 24 perusahaan asing yang bergerak di industri kemaritiman seperti; shipyard, oil and gas supporting industry, fabrication dan offshore products, untuk berkesempatan berdialog langsung dalam kaitannya dengan kendala, permasalahan, masukan maupun saran untuk perbaikan dan percepatan usaha.
Dengan didampingi Gubernur Kepri dan Kepala BP Batam, Luhut Binsar Panjaitan dengan lugas menjawab. ” Segala permasalahan yang disampaikan dan mencari penyelesaian dalam waktu dekat, sehingga investasi dapat terus berjalan dan tidak terhambat,” ujar Menko kemaritiman.
Beberapa persoalan yang ditanyakan para pengusaha adalah biaya logistik yang tinggi untuk shipment dari Batam ke Singapura, permasalahan tingginya pajak yg dikenakan apabila perusahaan Batam akan menjual produk mereka dikawasan Indonesia lainnya.
Tarif listrik di kawasan industri yang harus mendapatkan persetujuan DPRD dan Gubernur, sampai dengan permasalahan berbelitnya birokrasi pengurusan ijin perkapalan di Dinas Perhubungan.
Ketua Batam Shipyard Offsore Association (BSOA), Sarwo Edhie dalam kesempatan itu yang mana menyampaikan dimana dampak pemberlakuan deposito bagi tambat labuh kapal, membuat para client tidak jadi memilih Batam.
Hal ini langsung ditanggapi secara serius oleh Hatanto. ” Bahwa pada tahun-tahun sebelumnya ada sekitar 40,000 ribu kapal tanpa SIB di Batam, yang merupakan potential lost bagi pendapatan Batam itu sendiri, hal inilah yg membuat BP Batam harus melakukan perbaikan dalam sistem kepelabuhanan,” jelasnya
” Saya rasa kita harus bahas ini lebih detail dan berikan bukti ada investasi yg tidak jadi ke Batam karena kebijakan kami, saya serius ingin lebih menggali permasalahan ini, agar dapat diselesaikan dengan baik,” ujar Kepala BP Batam.
Pertemuan selama 1 jam yang begitu interactive diantara Kemenko Kemaritiman dan Pejabat Pemerintahan lainnya, pengusaha sangat menyambut baik niat Pemerintah Pusat, untuk terus melakukan perbaikan sehingga investasi di Batam khususnya dapat terus meningkat.(andi pratama)
































