Kapolresta Barelang Menjawab Kenapa Laporan Dugaan Pelecehan Seksual Ditolak

599
WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Kasus dugaan perzinaan yang berujung penolakan laporan di Polresta Barelang, menjadi perhatian dari pimpinan Polresta Barelang, setelah berita ini viral di media sosial WA.

Menanggapi, penolakan ini, Kapolresta Barelang Kombes Pol Hengky mengklarifikasi bahwa kasus ini bukan kasus delik pidana pelecehan seksual.
Dalam kasus ini pelapor tidak termasuk korban, melainkan kasus suka sama suka yang dikategorikan kasus perzinaan, dan dalam hal ini yang berhak melapor adalah istri dari selingkuhan Fi.

” Bukan ditolak, tetapi tidak cukup bukti, karena Fi bukan korban seksual, karena dia dan teman pria nya suka sama suka. Lain halnya, kalau Fi dapat memperlihatkan foto foto dia yang di foto tanpa busana seperti yang dilaporkan. Kalau masuk kasus perzinaannya, maka kalau yang melapor istri sah, bukan Fi,” papar Kapolresta Barelang melalui telepon, Rabu (3/5/2017).

Sebelumnya dilansir Tribun Batam, ‎Seorang wanita berinisial Fi (25) melaporkan peristiwa yang dialminya ke Polresta Barelang, Selasa (2/5/2017) siang.

Fi mengaku disetubuhi oleh sang pacar dalam kondisi setengah sadar. ‎Namun mengaduannya ditolak oleh polisi dengan alasan, korban bukan anak di bawah umur.‎

Fi terlihat menangis setelah keluar dari ruang penyidikan.

Menurutnya, saat kejadian itu ia tidak sadarkan diri. Sepertinya ia di bawah pengaruh minuman yang sudah diberikan obat penenang.

“Tadi saya buat laporan kepolisi. Tapi nggak bisa karena saya bukan anak di bawah umur lagi,” sebut Fi sambil menangis saat ditemui Tribun di Polresta Barelang.

Wanita ini menceritakan, ia kenal dengan Yp yang kemudian menjadi kekasihnya melalui media sosial Facebook.

Sekitar dua minggu yang lalu, Fi datang ke tempat kos Yp yang berada di kawasan Baloi Centre.

Ia disuguhi minuman segar dan kemudian disetubuhi. (dedy/tribunbatam)‎

 

Honda Capella

FANINDO