WARTAKEPRI.co.id BINTAN – Dewi Komalasari istri mantan Bupati Bintan Ansar Ahmad yang juga Ketua Fraksi Golongan Karya DPRD Provinsi Kepulauan Riau, dinobatkan sebagai Bunda Peduli Perlindungan Anak oleh Forum Anak Kabupaten Bintan, dilaksanakan di City Walk Kijang Bintan Timur, Minggu, (7/5/2017).
Kegiatan penobatan Bunda Peduli Perlindungan Anak tersebut merupakan salah satu bagian dari rangkaian kegiatan yang dilaksanakan Ikatan Pengusaha Muslimah (IPEMI) Provinsi Kepulauan Riau.
Ketua Forum Anak Bintan, Eka Bambang, mengatakan, peran Dewi dalam perlindungan anak di Bintan cukup besar, tidak hanya kontribusi pemikiran yang diberikan terhadap persoalan-persoalan yang menyangkut dunia anak.
” Dewi dinilai juga memberikan andil besar terhadap dunia anak Bintan melalui kepedulian yang nyata, program-program dan kegiatan serta bantuan yang menyentuh langsung terhadap anak-anak Bintan,” ungkapnya.
Kata Eka, Karena perhatiannya Dewi yang begitu besar terhadap dunia anak Bintan maka beliau kami nobatkan sebagai Bunda Peduli Perlindungan Anak.
Peduli terhadap nasib anak berarti peduli terhadap masa depan bangsa.
Sementara itu tersebut Dewi Komalasari yang baru dinobat mengatakan, masalah anak-anak harus menjadi tanggung jawab bersama. Tidak hanya orang per orang, keluarga dan lingkungan, tetapi pemerintah juga harus mengambil peran penting dalam menjamin perlindungan anak-anak.
” Kita melihat sesuai laporan Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Provinsi Kepulauan Riau yang menunjukkan kenaikan persoalan kekerasan terhadap anak-anak di bawah umur. Ini harus menjadi perhatian besar bersama agar kasus kekerasan terhadap anak bisa diminimalisir,” jelas Dewi.
Kata Dewi, Pemerintah bersama seluruh stakeholder harus mencari solusi bersama agar kasus kekerasan terhadap anak tidak terjadi lagi di Kepulauan Riau. Kekerasan merupakan faktor menghambatnya pertumbuhan anak tanpa kecuali.
” Untuk mencegah terjadinya kasus kekerasan terhadap anak bisa di lakukan melalui program gerakan perlindungan anak berbasis masyarakat atau komunitas. Karena Masyarakat dan komunitas adalah ujung terdepan interaksi dengan anak,” tutupnya.(yansyah)






























