WARTA KEPRI .co.id, BATAM – Rizal dan istri merasa kecewa oleh manajeman DalimaTour yang menyelenggarakan paket perjalanan UMROH ke Tanah Suci Makkah. Zainal dan rombongan serasa melakukan perjalanan ibarat kelompok Tenaga Kerja (TKI).
Kepada WartaKepri, Rizal menjelaskan tentang kurangnya pelayanan yang diberikan oleh DalimaTour dan dinilai pelayanan yang diberikan tidak etis.
Pertama terhadap keberangkatan travel umroh ini kena tegur oleh pihak imigrasi, tetapi hal ini masih bisa di maklumi karena saat keberangkatan di bantu oleh Kesatuan Pelaksanaan Pengamanan Pelabuhan (KP3).
Diterangkannya lagi, yang membuat dirinya kecewa lagi pada saat sampai di Jedah, rombongan menggunakan bus tujuan Madina.
Tetapi pada saat sampai di Madina Rizal merupakan salah seorang rombongan merasa ditelantarkan seperti TKI yang baru datang, menunggu kamar hotel tetapi tidak dapat, akhirnya beristirahat di lorong-lorong hotel lantai 5 Al-Majedi.
” Pembibingan pada saat umroh di Madinah dan Mekah tidak maksimal, sementara kita ke sana bertujuan untuk beribadah. Mungkin bagi jamaah umroh yang sudah pernah pergi umroh tidak kaku, tetapi bagi yang belum pernah seperti orang bodoh. Sebenarnya banyak yang kecewa itu tetapi mereka pendam saja di hati, saya membeberkan ini agar menjadi efek. Jadi tidak terulang dengan jamaah lainnya,” sebutnya.
Dikatakannya, karena tidak maksimalnya pelayanan yang diberikan pada saat pulang, dirinya memisahkan diri dari pihak travel di Canghi Singapora beserta istri pulang Batam.
Dibeberkanya juga, seharusnya pihak travel disana memberikan bimbingan, tidak dibiarkan begitu saja.
Seperti apa Faedah Masjid Nabawi dan Mesjid Haram di Mekkah. Memang scedule dari pihak tata acara dari pihak travel ada, tetapi selain itu juga dalam melaksanakan umroh juga perlu bimbingan.
DalimaTour Membantah
Terpisah, pihak DalimaTour H Andi M Yusuf, menjelaskan, pihak DalimaTour tidak pernah menelantarkan jamaah umroh yang menggunakan jasanya, bayangkan. Jamaah kami 21 orang yang dikawal oleh 2 orang pembibing.
” Paket Umroh yang di tawarkan 13 hari hotel di Mekkah Bintang 5 dengan harga Rp 27 juta. Bisa tanyakan dengan jamaah lainnya, mereka yang memakai jasa travel Delima kami merasa puas kok. Hanya 2 orang sajaa yang merasa kurang di perhatikan,” ujarnya.
Diucapkannya lagi, padahal pihaknya sudah bekerja sebaik mungkin untuk kenyamaan jamaah umrohnya.
” Intinya mereka kurang bersyukur dengan nikmat Allah berikan, mungkin Allah menguji mereka,” tutupnya.(adit)






























