Razia Gabungan Sembako Polres dan Pemkab Natuna, Stok Beras Aman

148
WARTAKEPRI.co.id, NATUNA- Menjelang hari lebaran Idul Fitri 1438 H, petugas gabungan dari ‎Polres Natuna pimpin langsung Kasat Reskrim AKP M. Komarudin bersama instansi terkait, Bulog, Disperindag,Ketahanan pangan, Pertanian,Satpol PP, Dinkes, Puskesmas dan dari Kec Bunguran timur.
Hadir langsung Kapolres Natuna, AKBP Charles P Sinaga, SIK, MH, ikut melakukan razia makanan dan minuman Pasar dan swalayan yang ada di wilayah Ranai, Selasa (20/06/2017).

Razia tersebut para petugas menyisir dari
pasar tradisional, swalayan, gudang sembako sampai ke gudang beras Bulog.

Kapolres Natuna, AKBP Charles Panuju Sinaga mengatakan, h‎al itu dilakukan untuk mencegah beredarnya makanan dan minuman kadaluarsa dan menyalahi standart kesehatan tidak punya izin edar.

” Sasaran monitoring ini seperti makanan dan minuman bahan berbahaya, kadaluwarsa, tidak ada izin edar BPOM, mie instan mengandung babi, penimbunan dan penumpukan sembako dan dugaan ada Ikan mengunakan formalin,” ujar Kapolres.

Petugas gabungan langsung menyebar, melakukan pemeriksaan di bagian sirup, makanan ringan, roti, minuman kemasan, bahkan menemukan ‎Mie instan mengandung babi dan lainnya.

Dari Supermarket Devon ditemukan minuman kaleng kemasan Penyok. Tak berselang lama petugas menemukan beberapa makanan tak layak jual dan kemasan yang sudah rusak. Diantaranya roti yang sudah melebihi batas kadaluarsa.

Menuju ke pasar tradisional petugas menemukan bumbu racik sudah kadaluwarsa, ada botol kecap merk Tongnam yang tidak ada izin edar, kemasan tepung terigu rusak, mentega sudah kadaluwarsa.

“ Kami temukan Bumbu masak sudah kadaluarsa, kami minta untuk ditarik dari toko,” ujar Kapolres Charles P Sinaga.

Selain mengamankan makanan dan minuman tidak layak tersebut, mengambil sampel daging ayam, ikan dan daging sapi yang beredar di pasaran ini untuk diperiksa di laboratorium.

Sementara itu terkait ketersediaan bahan pangan, tim mencatat di gudang Bulog Ranai saat ini tersedia 240 ton beras kemasan 50 kg. Sementara di gudang Bulog Sedanau tercatat ketersediaan 200 ton beras.

Tempat terpisah, Kepala Disperindag , Helmi Wahyuda menegaskan bahwa dirinya akan melaksanakan tindakan tegas jika ditemukan ada produk melewati batas kadaluwarsa masih diperdagangkan.

“ Kami akan lakukan penyitaan, jika nanti masih di temukan barang barang yang sudah kadaluwarsa,“ tegas Helmi.

Pihaknya menghimbau kepada pengelolan swalayan untuk secara berkala melakukan pengecekan barang dagangan.

Maksimal H-3 tanggal kadaluarsa harus sudah ditarik dari pasaran untuk makanan dan minuman.

“Kalau mendekati kadaluwarsa harus segera di tarik, setiap hari harus di cek,” Imbuhnya. (*)

Penulis : Rikyrinovsky‎

Komentar Anda

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO DPRD ANAMBAS DPRD KARIMUN