Mantan Walikota Batam,Ahmad Dahlan Pinjam Uang Bos Silver Cab

PKP Online

Wartakepri.co.id, Batam – Santoso Sumadi alias Daniel selaku pemohon dalam perkara pra peradilan melawan Polda Kepri ( termohon , terkait laporan penipuan dan penggelapan uang yang dilakukan oleh mantan Walikota Batam, Ahmad Dahlan. Namun laporan itu dihentikan oleh Polda Kepri dengan mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan ( SP3).

Kasus ini bergulir saat masa kampanye pemilihan calon Walikota Batam tahun 2010, dimana waktu itu Jefri Jong (mantan Ketua Organda Batam) mendatangi kantor Tibrani SE ( mantan Ketua KPU Batam dan anggota Organda ) di ruko Plamo Garden Batam Center, untuk menyampaikan bahwa Ahmad Dahlan butuh dana buat Kampanye Cawako Batam.

Beberapa hari kemudian, setelah Tibrani menyampaikan pesan Jefri Jong ke Daniel selaku bos atau pemilik transportasi taxi Silvet Cab. Maka Tibrani mempersilahkan Jefri Jong datang dan bertemu dengan Daniel.

“Inilah inti pertemuan tersebut, Jefri Jong mengatakan Ahmad Dahlan butuh dana Rp 500 juta untuk kampanye,” kata Tibrani pada hakim tunggal Mangapul Manalu SH, Kamis (26/7/2017) diruang sidang PN Batam.

Kemudian, selang berapa hari setelah pertemuan itu, draf surat kesepakatan dibuat oleh Daniel dan diberikan pada Jefri Jong, lalu disampaikannya kepada Ahmad Dahlan. Namun saat itu, kata Jefri Jong ada koreksi dari Ahmad Dahlan, sehingga sedikit agak terlambat.

“Usai Ahmad Dahlan mengkoreksi surat perjanjian itu, maka disepakati tata cara dan sistem pengembalian uang yang dititipkan. Penyerahan uang Rp200 juta berupa cek langsung diterima Ahmad Dahlan di hotel Sekupang,” kata Tibrani

Seiring berjalannya waktu, Ahmad Dahlan pun kembali terpilih menjadi Walikota Batam tahun 2010 -2015. Berbagai upaya dan langkah ditempuh oleh Daniel agar uangnya dikembalikan. Namun tidak ada respon maupun niat dari peminjam uang itu untuk mengembalikannya. Terangnya.

Upaya lainpun dilakukan oleh Santoso melalui Tabrani dan M Rizal, dengan menemui Zulhendri agar memfasilitasi bertemu dengan Ahmad Dahlan, lagi lagi tidak dapat bertemu. Pertemuan Santoso dan Zulhendri hingga 6 kali namun hasil tetap nihil.

M. Rizal dalam keterangan mengatakan, adanya pertemuan Santoso di Royal Hotel dengan Zulhendri untuk menyelesaikan pengembalian pinjaman uang itu. Kemudian saya juga bertemu dengan kepala TU, Ade Sofian selaku ajudan dari Walikota, supaya dimasukan agenda pertemuan dengan Santoso. Namun, adanya jawaban Ahmad Dahlan yang disampaikan Ajudanya mengatakan tidak mengenal Santoso alias Daniel seorang pengusaha trans Silver Cab.

“Dahlan ngaku tak kenal dengan Daniel melalui Ajudan Ade Sofian, Setelah itu handphone Ade Sofian pun tidak dapat dihubungi (dimatikan),” kata M. Rizal

Menurut Zulhendri, kami melakukan pertemuan hingga 6 kali, namun yang ada hanya tawar menawar mulai dari 1 milyar, turun ke Rp700 juta dan terakhir ke Rp400 juta. Kapasitas saya waktu itu hanya terkait soal perizinan mobil Santoso yang belum diterbitkan.

“Tidak diterbitkannya izin mobil trans Santoso karena tidak adanya kesesuaian dengan perjanjian kesepakatan bukan faktor pinjaman uang ” katanya Zulhendri

Sementara dalam keterangan Darwinsyah, saksi ahli pidana yang dihadirkan oleh termohon dalam.hal ini Polda Kepri menjelaskan: seharusnya kasus ini bukan ranahnya pidana namun perdata. Sesuai dari bukti surat perjanjian antara penitip dan penerima titipan ini adalah wanprestasi atau tidak tepat janji. Dimana penerima titipan tidak menepati pengembalian uang yang dititipkan.

“Seyogianya Pemohon ( Santoso) mengajukan somasi untuk diajukan ke pengadilan,” kata DR. Darwinsyah MH
( Nikson Simanjuntak )

Komentar Anda

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PEMKO BATAM Combo Sakti Telkomsel