Warga Minta Pemkab Bintan Ambil Alih
WARTAKEPRI.co.id, BINTAN – Informasi terbengkalainya Kolam Sembat yang berada di Kelurahan Kijang Kota, Kecamatan Bintan Timur (Bintim) mendapat perhatian masyarakat Bintan.
Berdasarkan penuturan Muktar, salah satu warga bahwa aset kolam yang pernah menjadi simbol kejayaan Kijang dengan kondisi terbengkalai merupakan persoalan gunung es yang muncul ke permukaan.
Bukan hanya aset kolam yang terbengkalai, namun sejumlah aset PT. Antam yang berada di Kijang terlihat mulai mengganggu keindahan dan menghambat pembangunan yang saat ini dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bintan.
“Aset Antam itu banyak, namun statusnya banyak yang terbengkalai,” ujar Muktar.
Menurutnya persoalan tersebut seharusnya ditanggapi serius oleh Pemerintah Daerah sebagai potensi untuk membangun infrastruktur kedepannya.
Dari pantauan WARTAKEPRI.co.id bahwa aset PT. Antam yang berhenti beroperasi Tahun 2009 saat ini banyak terlihat terbengkalai. Sejumlah aset yang terdiri dari tanah dan bangunan umumnya terdapat di Kelurahan Kota hingga ke Kelurahan Sungai Enam. Bahkan sebagian besar aset berupa bangunan yang tidak terawat bahkan mulai roboh karena tidak diperhatikan.
Sementara itu, sebagian lahan yang berada disepanjang jalan dari Kijang hingga Sungai Enam hanya terdapat papan yang bertuliskan “Milik PT. Antam dengan Sertifikat HGB”. Satu-satunya aset yang aktif beroperasi adalah Klinik Yakespen, yang digunakan keluarga pensiunan untuk berobat juga masyarakat Bintan Timur sebagai fasilitas pertama BPJS Kesehatan.
Salah seorang pensiunan yang sempat dimintai keterangan terkait dengan keberadaan aset tersebut enggan berkomentar. Namun, sebagian dari mereka berharap bahwa aset yang bisa terus digunakan supaya diperhatikan untuk kepentingan masyarakat.
Ket. Foto : Kondisi salah satu aset PT. Antam yang saat ini kondisinya terlantar.
Tulisan : Harris






























