Ayah Balita Yuni Candra Resmi Tersangka, Hasil Otopsinya Mengagetkan

74
Ayah Balita Yuni Candra Resmi Tersangka, Hasil Otopsinya Mengagetkan, Warta Kepri

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Pihak kepolisian menetapkan orang tua bayi Yuni Candra sebagai tersangka kasus kelalaian dan penelantaran anak, yang berakibat meninggalnya bayi Yuni Candra.( Video dibawah berita )

” Korban bernama Yuni Candra umur 3 bulan 26 hari, dan disaat si Ibu lagi kerja anaknya diasuh ayahnya. Korban sudah diketahui meninggal dunia, ketika akan dimandikan di Masjid Baitul Ulum kelurahan sei Jodoh kecamatan batu ampar, karna kondisi ibu Korban dalam keadaan tidak prima, korban di bawa oleh warga untuk dimandikan dan dilihat Korban ada hal yang tidak wajar,” ujar Kapolresta Barelang, Kombes Pol. Hengki, Senin (02/04/2018)

Kapolresta Barelang, Kombes Pol. Hengki menjelaskan, Kejadian pada tanggal 27 maret 2018 pukul 23.30, ditemukan korban bernama Yuni Candra umur 3 bulan 26 hari, kejadian di komplek maritim square kelurahan sei jodoh kecamatan Batuampar.

Warga melaporkan kejadian di polsek batu ampar, dan langsung ditindak oleh Kapolsek batu ampar beserta direskrim untuk melakukan penyelidikan, dan di bawa ke rumah sakit bayangkara untuk otopsi.

Ia juga menambahkan, dari laporan ditemukan 2 alat bukti yang sah dan di perkuat hasil otopsi oleh kedokteran Rumah sakit bayangkara, dimana ditemukan ada kekerasan.

Pelaku bernama Yudi Candra (32) laki-laki tinggal di komplek maritim square, memiliki hubungan dengan ibu korban, tapi belum ada dokumen resmi sah nikah.
 
Adapun motif kekerasan adalah masalah keluarga antara ibu Korban dan pelaku sering cek cok. Dijelaskan Kapolres, diawali tanggal 17 Maret 2018 sampai 27 Maret 2018 Korban hingga ditemukan meninggal.

Tersangka dikenakan pasal 80 ayat 2 UU nomer 35 tahun 2004 tentang perubahan uu No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, junto pasal 77 b uu jomer 35 tahun 2012 tentang perubahan uu no 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, dengan ancaman 5 tahun penjara.

“Hasil dari otopsi dokter forensik yang dikeluarkan RS Bhayangkara Polda Kepri, terdapat kekerasan benda tumpul di kepala bagian belakang, memar di wajah dan luka di bibir bekas gigitan yang menyebabkan korban tidak bisa menyusu,” tutupnya.(*)

Kiriman: Zulfahmi
Editor : Dedy SWD

Video Kapolsek Batuampar saat menguburkan korban:

Komentar Anda

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PKPONLINE PKP DREAMLAND