WARTAKEPRI.co.id, NATUNA – Jaringan Jurnalis Indonesia (JJI) bersama Komunitas Pemuda di Natuna menggelar Talk Show Bahaya penyalahgunaan Narkoba yang dihadiri ratusan pelajar dan mahasiswa, di Gedung Sri Serindit Natuna, Rabu (25/04) pagi.
Kegiatan yang bertemakan “Narkoba Musuh Kita Bersama” itu dihadiri oleh Kepala BNN Kepri dan dibuka langsung oleh Sekda Natuna Wan Siswandi. Dalam sambutannya, Sekda Natuna Wan Siswandi mengatakan, sasaran narkoba sebenarnya tidak hanya dikalangan muda saja, tetapi semua kalangan tanpa pandang usia.
“ Saya yakin adek-adek disini tidak melakukan hal itu. Sampaikanlah kepada teman-teman yang lain untuk menjauhi narkoba,” ajak Siswandi kepada peserta.

Bahkan kata Siswandi, dilingkungan pemerintah tidak sedikit PNS terjerat kasus narkoba sehingga mendapatkan sanksi peringatan bahkan sampai ke sanksi pemecatan.
“ Sementara kami di Pemerintah Daerah ada beberapa PNS yang menggunakan narkoba itu langsung dipecat, peringatan keras, dan pangkatnya diturunkan,” tegasnya.
Sementara itu Rikyrinovsky dari Jaringan Jurnalistik Indonesia( JJI) Natuna mengatakan, para pemuda terpanggil untuk berperan aktif melakukan Pencegahan, Pemberantasan, penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
Oleh karena itu kata Riky, acara dikemas berupa Talk Show dengan melibatkan beberapa orang narasumber diantaranya, Kepala BNN Kepri Brigjen Pol Richard Nainggolan dan jajaran TNI serta kepolisian. Riky mengatakan pasca penangkapan narkoba di perairan Kepri berapa bulan lalu sudah menujukkan Indonesia darurat Narkoba.

” Indonesia menjadi sasaran penjualan narkotika sehingga sabu berton-ton kini masuk. Bayangkan kalau sabu itu lolos bisa menjangkau konsumen sampai puluhan juta orang,” katanya.
Menurut Riky pencegahan peredaran narkoba menjadi tanggung jawab semua pihak. “JJI sarankan ke pemerintah setiap RT, RW, Lurah dan Camat, selalu memberikan sosialisasi, baik secara langsung kepada masyarakat, terutama kali tentang bahaya dari Narkoba di tengah-tengah masyarakat setiap ada acara atau pertemuan dengan warga,” tutupnya.
Kepala BNN Kepri Brigjen Pol Drs.Richard M.Nainggolan. MM,MBA dalam kesempatan itu, mengajak seluruh pemuda-pemuda di Natuna untuk tidak terlibat Narkoba.
Menurut Richard, seseorang bisa terlibat Narkoba karena banyak hal diantaranya karena banyak tekanan dari masalah yang dihadapi. Baik dari keluarga maupun dari lingkunga dan individu itu sendiri. Selain itu, aspek pergaulan, rasa ingin tahu yang tinggi serta faktor ekonomi juga bisa menjadi seseorang bisa terlibat Narkoba.
” Ya kemarin BNN Provinsi (BNNP) Kepulauan Riau mengungkapkan 3 kasus peredaran sabu pada April dengan total barang bukti (BB) yang disita seberat 12.242 gram, dan jumlah tersangka sebanyak 6 orang,” ujar Kepala BNNP Kepri Brigjen Richard Nainggolan.
Sambung dia, upaya penggagalan peredaran narkotika yang pertama dilakukan pada pekan kedua April 2018 di Pelabuhan Rakyat Kecamatan Batuampar Batam.
” Mari kita bentengi diri dengan iman dan ketaqwaan kepada Allah SWT, agar kita terhindar dan di jauhkan dari bahaya Narkoba untuk Natuna cerdas dan lebih maju,” pintanya.
Terlebih dari itu semua, menurut Kepala BNN Kepri Brigjen Pol Richard peran keluarga sangat penting dalam memerangi Narkoba.
” Mari kita bangun keluarga yang harmonis agar terhindar dari Narkoba,” tambahnya kepada wartawan usai memberikan materi Talk Show Rabu,(25/4/2018).
Pada acara tersebut, dihadiri pelajar dari sekolah SMAN 1, SMAN 2, MAN Ranai, SMK Migas, dan beberapa Sekolah SMA sederajat di pulau Bunguran besar. (*)
Kiriman: Rikyrinovsky






























