Bakamla RI Latihan Pencegahan Narkoba dengan Tactical Floor serta Manuver Lapangan di Laut

187
Bakamla RI Latihan Pencegahan Narkoba dengan Tactical Floor serta Manuver Lapangan di Laut
Harris Day Batam

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI menyatakan tindak pidana narkoba merupakan kejahatan lintasnegara yang terorganisir, dengan menggunakan modus operandi secara rapi, didukung jaringan organisasi yang luas.

Laksamana Muda TNI Semi Djoni Putra

” Sehingga pemerintah menyatakan perang terhadap narkoba karena memiliki dampak kelangsungan terhadap generasi muda bangsa,” kata Deputi Opslat Bakamla RI, Laksamana Muda TNI Semi Djoni Putra yang membacakan amanat Kepala Bakamla RI Laksamana Madya TNI (Purn) Ari Soedewo pada kegiatan latihan bersama dan Bimtek antara Bakamla dengan BNN, di Batam, Selasa (7/8/2018).

Bakamla RI, lanjut Semi, sampai saat ini terus berupaya melakukan penataan organisasi dan menyiapkan perangkat-perangkat kelembagaan. Agar, lanjut Semi, nantinya dapat segera melaksanakan tugas dan fungsinya secara optimal, guna melaksanakan patroli keamanan dan keselamatan di peraian Indonesia. “Serta perairan yurisdiksi Indonesia sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 32 tahun 2014,” ujar Semi.

Dalam kegitan latihan bersama tersebut, lanjut Semi, para peserta dibekali pengetahuan tentang regulasi terkait penyelundupan narkoba. ” Seperti jenis-jenis dan modus operandi, sindikat narkoba melalui laut, teknis mendeteksi narkoba serta penanganannya,” papar Semi.

Selain itu kata Semi, akan dilaksanakan Tactical Floor Game (TFG) serta manuver lapangan di laut. Meliputi komunikasi, pencarian, dan pencarian barang bukti, pengawalan dan penyerahan tersangka dan barang bukti ke instansi terkait untuk proses penyidikan.

Polling Jelang 9 Desember 2020 Pilkada Kepri

Beli Narkoba Seperti Kacang Goreng

Sebelumnya Anggota Komisi II DPR RI, Dwi Ria Latifa prihatin dengan adanya laporan dari masyarakat mengenai peredaran narkoba yang dilakukan terang-terangan di Pulau Buluh, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

“Tadi saya diberitahukan ibu-ibu kalau membeli narkoba di sini (Pulau Buluh) seperti membeli kacang goreng,” kata Dwi Ria Latifa.

Dwi Ria mengatakan, anak-anak di Pulau Buluh bahkan nekat mencopot tiang bendera di salah satu sekolah di pulau tersebut untuk membeli barang haram tersebut. ” Bukan hanya mengambil uang orang tuanya saja, tapi sampai menjual tiang bendera untuk membeli narkoba,” kata dia.

Dwi Ria mengungkapkan bahaya narkoba di Pulau Buluh sudah sangat mengkhawatirkan. ” Karena ini pulau banyak pelabuhan tikusnya, BNN dan kepolisian harus memberikan perhatian khusus di pulau ini,” tegasnya.

Dia menambahkan, para orang tua di Pulau Buluh, diminta untuk terus mencermati prilaku anak-anak mereka di rumah. Beberapa waktu lalu, dia meminta Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk menaikkan tipe Polda Kepri yang awalnya tipe B menjadi A.

“Saya berharap dengan naiknya tipe itu, proses pengamanannya dapat lebih dimaksimalkan,” ujarnya.

Latihan bersama sekaligus Bimbingan Teknis (Bimtek) ini rencananya dilaksanakan selama empat hari mulai tanggal 7 sampai dengan 10 Agustus 2018, dan diikuti 30 personel gabungan dari Kantor Kamla Zona Maritim Barat serta awak KN Belut Laut-4806, dan melibatkan narasumber dari BNN pusat.

Tempat latihan di wilayah Zona Maritim Barat di Batam serta perairan Batuampar Batam yang berada di Selat Malaka berbatasan langsung antara perairan Indonesia dengan Singapura. Latihan bersama dan Bimtek yang digelar bertujuan untuk mensinergikan kerjasama antara Bakamla RI dengan BNN, serta meningkatkan keamanan maritim terutama dalam bidang pencegahan penyelundupan narkoba lewat laut.

Ada beberapa sasaran yang dituju dari kegiatan ini, yakni terciptanya kemampuan peserta dalam mengenal jenis-jenis narkoba, mendeteksi dan menangani penyelundupan narkoba.

Dengan terciptaya kerjasama Bakamla RI dengan BNN diharapkan dapat meningkatkan keamanan perairan Indonesia dari penyelundupan Narkoba, tersosialisasikannya kerjasama koordinasi dalam prosedur dan tindakan operasi laut serta terciptanya kesamaan pemahaman dan pengembangan dalam Standar Operasi Prosedur (SOP) dalam penanganan dan pencegahan penyelundupan narkoba di laut.

Selain itu turut hadir pula jajaran Bakamla RI di Batam dan para pimpinan stakeholder kemaritiman wilayah Batam antara lain Kabid Inhuker Zona Maritim Batam Kolonel (Sus) Agus Hariyanto, Kepala Pangkalan Kapal Patroli Zona Maritim Barat Letkol Laut (P) Andri Sunaryo, perwira dari Pangkalan TNI Angkatan Laut Batam Mayor Laut (KH) Kadek Ary, dari Kantor Pelabuhan Batam Adi Riawanto, M Nainggolan dan Tafsirudin dari BNNP Kepri, Rudi Murtono dari BP. Batam, Susila Brata dari kantor Bea Cukai Batam, Cahyo Dipo dari Polairud, dan Handrianus D dari Basarnas Batam.(*)

Sumber: Rikyrinovsky/Antara

Komentar Anda

FANINDO DEWAN PERS WARTAKEPRI DPRD ANAMBAS DPRD KARIMUN