WARTAKEPRI.co.id,ANAMBAS – Baru baru ini Bandar Udara Letung lakukan Rapat persiapan Bandara Letung Go Internasional namun sampai saat ini fasilitas bandara letung sejauh ini belum rampung sepenuhnya.Jumat,5/10/2018.
Tampak terlihat dari tiang tiang beserta kabel listrik yang sudah hampir satu tahun terpasang siap di Oprasikan dari PLN Cabang Letung menuju Bandara namun sejauh ini pihak PLN masih menunggu keputusan dari pihak Bandara Letung untuk pengoprasiannya.
Kepala PLN Cabang Letung Agustian Risky Munanda saat di Konfirmasi mengatakan bahwa Pihaknya sudah jauh jauh hari stanbay menunggu pihak bandara untuk membayar Standar Laik Oprasi (SLO) sehingga jaringan listrik bisa di oprasikan,pihak PLN juga sudah mengkonfirmasi pihak Bandara Letung namun dari hasil konfirmasi tersebut belum memuaskan di karenakan pihak bandara masih menunggu Angaran tutur Agustian Risky Munanda kepada media ini.
Pihak PLN juga sudah di desak dari pihak PLN cabang Tanjung Pinang sebagai Kantor Pusat PLN Cabang Letung terkait kapan Bandara menjadi pelanggan PNL,pihak PLN Letung,belum bisa menjawab desakan dari kantor PLN Tanjung Pinang kapan bandara tersebut akan di oprasikan.
Ditambahkannya lagi bahwasanya pihak PLN sudah menjemput bola terkait pemasangan jaringan listrik tersebut namun menurut Agustian Risky Munanda pihak bandara kurang merespon etika baik dari pihak PLN karena menurutnya sudah dari tahun 2017 yang lalu jaringan Listrik menuju bandara sudah terpasang.
Sementara dari pihak Bandara Kepala Satuan Pelayanan (Kasatpel) Bandar Udara Letung Ariadi Widiawan saat di konfirmasi melalui akun Whatsapp miliknya hanya memberikan jawaban singkat.
“Anggaran masih di Usahakan Broo,yang mana anggaran tersebut berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dan diusulkan lewat DIPA Bandara Dabo singkatnya di kutip dari akun balasan whatsapp miliknya”
Sampai saat ini belum ada kepastian Bandar Udara Letung akan merasakan jaringan listrik milik PLN cabang letung masuk ke Bandara mengingat anggaran dari Pusat untuk jaringan listrik belum di kucurkan.(Mad)























