Mengaku Pasutri Pasangan Gay, Dua Pria Diamankan Aparat Kecamatan Natuna

431

WARTAKEPRI.co.id, NATUNA – Alamak..! Buat resahkan warga setempat, di duga Dua orang pria penyuka sesama jenis mengaku sebagai pasangan suami istri (Pasutri) Lesbian Gay Biseksual Transgender (LGBT) amankan warga.

Awalnya masyarakat menaruh curiga karena gelagat tak lazim kedua pria tersebut, akhirnya warga di Teluk Baruk, Desa Sepempang, Kecamatan Bunguran Timur Kab Natuna Provinsi Kepri, melapor ke aparat kecamatan.

Hal ini dibenarkan Kasi Ketentraman dan Ketertiban Umum Kecamatan Bunguran Timur, Marhadi SP, kepada Awak media berapa waktu lalu.

Marhadi mengatakan, sepasang gay ini diamankan setelah adanya laporan dari warga dan RW setempat kepada Bhabinkamtibmas, pada Jum’at sore (19/10/2018).

Mendapat informasi ini, pihak kecamatan merespon cepat, dengan mendatangi lokasi bersama Camat,Bhabinkamtibmas, Kapus UPT Ranai dan tim.

“Sampai di lokasi rumah pak RW sudah ada pasangan gay dan keluarga. Kita ajak ngobrol, mereka ngaku suami istri (sesama laki-laki) tampa beban bertutur,” ujar Marhadi.

Kita tidak menemukan mereka mesum. Tetapi mereka mengakui pasangan suami istri (gay), timpalnya lagi.

Terhadap pasangan gay yang mengaku sebagai Harri dan Harlaan ini, selanjutnya dilakukan pemeriksaan kesehatan, berupa pengambilan sampel darah, melalui petugas kesehatan Puskesmas.

Kemudian, salah seorang dari mereka (Harlaan) akhirnya diamankan di markas Satpol PP Natuna. Dan akan dipulangkan ke Jakarta menggunakan kapal, pada hari Minggu nanti.

“Setelah ngobrol kita hubungi Satpol PP untuk monitor dan minta salah satunya dititip di Satpol untuk di amankan menjelang pemulangan menunggu kapal hari Minggu”.

Kejadian ini dibenarkan Hari Sanjaya, Kasi Operasi dan Pengendalian Satpol PP Natuna. Pasangan sejenis tersebut digeladang ke Mako Satpol PP sekitar pukul 18.00 WIB.

Saat ini, pihak Pol PP masih melakukan interogasi kepada Harlan. Sekaligus diamankan menunggu pemulangan menggunakan kapal.

“Penangkapannya tadi sore di Desa Sepempang, sekitar jam 6 sore, pasangan tersebut di bawa ke Mako Pol PP. Sekarang masih diinterogasi”, ujar Hari Sanjaya.

Tempat terpisah,Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB), Kartina Riauwita sangat kaget, belum lama ini menuturkan kepada awak media.

“Pemerintah Natuna dalam hal ini cukup sulit melakukan pengawasan, sebab komunitas tersebut sangat tetutup sekali,” katanya.

Lanjut Kartina , di Natuna sudah ada hal-hal yang berbau komunitas tersebut, tetapi saat ini kita belum mengetahui dimana tempat perkumpulan komunitas beserta jumlahnya.

Meski LGBT sudah marak terjadi di kalangan orang dewasa saat ini, kata Dia, diharapkan ada kerja sama semua pihak. Terutama para orang tua, kerabat, lingkungan, serta para tokoh agama.

“Para orang tua sangat berperan penting dalam mencegah timbulnya LGBT ini. Karena lingkungan utama adalah keluarga. Begitu juga dengan semua pihak. Mari bersama-sama mengawasi anak-anaknya ataupun aksi LGBT yang kian marak,” harapnya.

Selain itu tambah Kartina, sebagaimana diketahui, komunitas LGBT ini merupakan komunitas yang dilarang pemerintah dan bertentangan dengan agama.

“Pernyataan salah satu tokoh Agama disalah satu media televise kemaren menyatakan, komunitas ini merupakan yang dilarang oleh pemerintah, atau ilegal. Karena bertentangan dengan norma agama,” tandasnya.(*)

Kiriman : Riky Rinovsky

DEWAN PERS WARTAKEPRI

FANINDO

PKP HIMALAYA