Wagub Kepri Terima Anugrah Dari Dunia Melayu Dunia Islam

642

FANINDO

WARTAKEPRI.co.id-Wakil Gubernur Kepri H Isdianto menerima Anugerah Kepemimpinan dan Adat dari Biro Sosio Budaya dan Warisan Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI).

Anugerah itu diserahkan langsung Presiden DMDI Tan Sri Dr H Muhammad Ali Bin Mohd Rustam, dalam Konvensi DMDI ke-19 di Max Atria Singapore Expo, Sinagpura, Sabtu (17/11/2018).

Dalam penyampaian Anugerah itu, Presiden DMDI didampingi Dubes Uni Emirat Arab untuk Singapura Dr Muhamed Omar Abdullah Balfaqeeh dan Pengerusi Biro Sosio Budaya dan Adat DMDI Tan Sri Wira Prof Dr Abdul Latif bin Abu Bakar.

Dalam Konvensi itu juga digelar seminar dengan salah satu pembicaranya Gubernur Kepri H Nurdin Basirun.

Hadir juga Wakapolda Kepri Brigjen Pol Yan Fitri Halimansyah, Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepri H Abdul Razak dan sejumlah pengurus LAM.

Dunia Islam Dunia Melayu (DMDI) lahirkan pada tahun 2000 sebagai hasil dari resolusi World World Islamic World Melayu pertama dan dipimpin oleh YB Tan Sri Dr. HJ Mohd Ali Bin Hj Mohd. Rustam sebagai Presiden DMDI.

DMDI adalah Perusahaan Pemerintah Negara Bagian Melaka yang bertindak untuk mempromosikan persatuan dan persatuan di antara orang Melayu-Muslim serta untuk mempromosikan kerja sama dalam semua aspek pembangunan antara Muslim Melayu dan bangsa-bangsa di dunia.

Keangotaan terdiri dari Komunitas Melayu Islam dari negara-negara di Asia Tenggara,Komunitas dari negara-negara dengan populasi besar Melayu seperti Afrika Selatan, Sri Lanka, Australia Indonesia dan Madagaskar.

Komunitas negara-negara dengan populasi Muslim yang besar seperti Cina, India, Jepang, Rusia, Amerika Utara dan Eropa serta Komunitas dari negara-negara Islam seperti Arab Saudi, Iran, Pakistan, Bosnia-Herzegovina dan Irak; Masyarakat dari negara-negara yang memiliki hubungan dagang dengan Melaka sejak abad ke-15 seperti Inggris, Portugal, Belanda, Spanyol.

Dunia Melayu Dunia Islam memiliki misi
Mengkoordinasikan program seminar dan “lokakarya”  konvensi di berbagai lokasi dan memantau perkembangan program Melayu-Muslim di seluruh dunia.

Serta merumuskan basis hubungan Muslim-Muslim dunia untuk memfasilitasi kerjasama di berbagai bidang, terutama aspek Ekonomi, Sosial Budaya, Pemuda, Perempuan dan Pendidikan.

Dan menciptakan mekanisme yang memungkinkan bantuan dan layanan dimobilisasi untuk kepentingan kaum Melayu-Muslim tak mampu membutuhkan.

Lanjutkan menjadi badan independen yang mempromosikan persatuan dan kesatuan di antara Muslim dunia serta mempromosikan kerjasama antara Melayu-Muslim dan negara-negara lain di dunia.(Spy)

Editor: Riky rinovsky

Honda Capella