OJK Kepri Publis Aset Perbankan 2018 Tumbuh Jadi Rp 49,9 Triliun

273
OJK Kepri Publis Aset Perbankan 2018

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kepulauan Riau, berkomitmen untuk menjaga stabilitas sistem keuangan dengan terus mendorong peran Sektor Jasa Keuangan dalam memacu pertumbuhan Provinsi Kepulauan Riau, Rabu, (12/12/2018)

Kepala OJK Provinsi Kepulauan Riau, Iwan M. Ridwan mengatakan, sampai dengan semester II tahun 2018 secara umum perkembangan jumlah Bank dan Industri Keuangan Non Bank (IKNB) dinilai positif.

” Dengan adanya penambahan jaringan kantor, diantaranya, 4 Bank Umum, 3 Perusahaan Pembiayaan, dan 2 Perusahaan Asuransi. Sedangkan, di bidang pasar modal terdapat penambahan 1 galeri investasi,” terangnya.

Perkembangan keuangan bank umum data per September 2018 (yoy): Untuk Aset Rp 49,90 T tumbuh sebesar 3,98 %, Kredit Rp 35,72 T tumbuh sebesar 4,73 %, Dana Pihak Ketiga (DPK) Rp 47,15 T tumbuh sebesar 4,84%, sementara Loan To Debt Ratio (LDR) sebesar 77,76%.

Perkembangan keuangan BPR/S sampai dengan September 2018 (yoy): Untuk Aset 6,91 T tumbuh sebesar 6,12%, Kredit Rp 5,11 T tumbuh sebesar 10,04%, Dana Pihak Ketiga (DPK) Rp 5,56 T sebesar 4,53%, Sementara Loan To Debt Ratio (LDR) sebesar 91,77%

Ia melanjutkan, perkembangan secara sepesifik sektor pasar modal, pertumbuhan jumlah investor di Provinsi Kepulauan Riau, sampai dengan saat ini sebesar 58,86% (ytd) menjadi 14.545 investor (Oktober 2018) dari 9.156 investor (Desember 2017).

” Dan persentase pertumbuhan terbesar pada investor Surat Berharga Negara yaitu 98,88% dilanjutkan investor reksadana yang tumbuh 74,71% dan investor saham tumbuh sebesar 46,01%,” pungkasnya pada laporan perkembangan industri jasa keuangan (IJK) Provinsi Kepulauan Riau, di Sukajadi – Batam.

Sebagian besar investor Pasar Modal di Kota Batam yaitu sebesar 74,28% investor dengan porsi kepemilikan saham Emiten sebesar Rp625,79 Miliar atau 80,53% dari total kepemilikan saham di Provinsi Kepulauan Riau.

Selanjutnya, komposisi investor di Provinsi Kepulauan Riau 46% berinvestasi di saham, 46% pada efek reksadana dan 8% berinvestasi pada efek Surat Berharga Negara.

Sampai dengan saat ini, sektor Pasar Modal di Provinsi Kepulauan Riau terdapat 9 Kantor Cabang Perusahaan Efek di Kota Batam dan 3 Kantor Cabang Manajer Investasi, 46 Agen Penjual Efek Reksadana (APERD) dan 3 Galeri Investasi.(*)

PKP HIMALAYA DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PEMKO BATAM Combo Sakti Telkomsel