"Melayani Kini dan Nanti", ATB Tak Terganti – WartaKepri
42 views

“Melayani Kini dan Nanti”, ATB Tak Terganti

Situasi pelayanan di kantor ATB Sukajadi (Photo : Dok. ATB)

PKP DREAMLAND

WARTAKEPRI.CO.ID, Batam – Mulai beroperasi tahun 1996, atau tepatnya 23 tahun lalu, PT Adhya Tirta Batam (ATB) berkembang cukup signifikan. Awal beroperasi jumlah pelanggan hanya 20.349, kini jumlah pelanggan yang telah teraliri air bersih ATB berjumlah 280 ribu pelanggan.

ATB merupakan perusahaan pengelola air bersih di Kota Batam. ATB mengelola enam waduk, dengan memiliki konsensi dengan BP Batam hingga tahun 2020.

Beroperasi di kota yang jumlah penduduknya berkembang pesat, dengan jumlah penduduk 1.236.399 jiwa berdasarkan data tahun 2016 dan stuktur kota yang terdiri dari perbukitan, tidak menyurutkan semangat ATB memberikan pelayanan terbaik terhadap pelanggan. Hal ini dibuktikan dengan tingkat kebocoran air yang hanya 10 persen.

Kemudian, untuk mengimbangi tingkat pertumbuhan pelanggan, ATB diketahui terus meningkatkan beragam infrastruktur, seperti menambah jumlah investasi. Awal beroperasi ATB hanya memiliki nilai investasi Rp 26,482 miliar, setelah 20 tahun lebih beroperasi kini ATB memiliki investasi Rp 858,944 miliar lebih.

Media Gathering ATB bersama perwakilan media di Batam (Photo : Dok. ATB Batam)

Presiden Direktur ATB Ir Benny Andrianto mengatakan, ATB siap melayani “Kini dan Nanti” untuk seluruh masyarakat Kota Batam, terutama kepuasan pelanggan. ATB terus melakukan pembenahan setiap tahun demi kepuasan pelanggan dalam menikmati air bersih.

Sepanjang tahun 2017, kata Benny, ATB meraih Top BUMD sebanyak 7 penghargaan diantaranya kategori TOP PAM Bidang Kinerja dan Manajemen 2017, TOP CEO Perusahaan Air Minum 2017 dan lainnya. Kemudian pada tahun 2018, ATB meraih Platinum SNI Award 2018, dan 22 Award selama 3 Tahun terakhir membuktikan suatu prestasi yang konsisten dan sulit ditandingi oleh perusahaan air lainnya.

Selain memperoleh penghargaan, ATB juga menjadi rujukan perusahaan air minum dalam negeri (PDAM) maupun luar negeri untuk melakukan studi banding.

“Masyarakat Batam tentu berharap ATB kedepannya terus melayani kini dan nanti. Terima kasih atas kepercayaan kepada kami sebagai pengelola air bersih di Batam, banyaknya penghargaan itu berkat kepecayaan masyarakat kepada kami,” ujar Benny menyampaikan rasa syukur terhadap prestasi yang diperoleh saat media gathering ATB, Sabtu (9/3).

Keberhasilan tersebut, kata Benny mengungkapkan, pertama sesuai dengan visi perusahaan yakni menjadi perusahaan air terpercaya di Indonesia. Sementara misi perusahaan, kata dia, profesional dan memiliki integritas dalam pengelolaan perusahaan dengan melaksanakan tata kelola perusahaan yang baik.

Kemudian kedua, ia melanjutkan, memberikan pelayanan prima untuk seluruh kepuasan pelanggan, ketiga sebagai tolak ukur bagi perusahaan air terbaik di Indonesia. Dan yang terakhir, kata dia, peduli terhadap kesehatan dan keselamatan karyawan dan lingkungan.

“Manfaat ATB ini tentu sudah dirasakan masyarakat Batam dan sekitarnya selama 23 tahun,” kata Benny.

Benny mengungkapkan bahwa Batam butuh suplay air yang sangat banyak, mengingat pertumbuhan jumlah penduduk. “Sangat dibutuhkan air yang lancar. Ketersediaan air baku cukup terbatas di Batam, Dam Tembesi merupakan pilihan sumber air yang dibutuhkan,” ujar Benny.

Dam Tembesi, kata Benny melanjutkan, harusnya bisa beroperasi Mei 2019, akan tetapi sulit untuk dirampungkan dalam waktu dekat karena melihat kondisi di sekitar Dam Tembesi saat ini.

Hutan Dam Tembesi saat ini dalam kondisi gundul, hal tersebut berdampak terhadap penyerapan air tanah tidak maksimal. Ditambah sekitar area Dam juga banyak pemukiman warga.

“Jika dua masalah ini diselesaikan bersama antara pemerintah daerah dan stakeholder lainnya, tentu Dam Tembesi akan jadi penyangga utama ketersedian air di pulau Batam,” kata Benny menjelaskan.

Walaupun masalah lingkungan menjadi perhatian, kata Benny, tidak menyurutkan kinerja manajemen ATB selama ini. Keberhasilan ATB menciptakan dan mengembangkan teknologi SCADA (Supervisory Control And Data Acquistion) telah berhasil mengurangi kerugian kebocoran air di pipa jaringan. Sistem SCADA menjawab setiap masalah kebocoran di semua titik pelanggan.

Sistem SCADA juga menaikan nama Kota Batam dan Provinsi Kepri ke dunia Internasional. Sistem teknologi ini mendorong banyak kota dan kabupaten di Indonesia ingin ada juga teknologi SCADA di daerah mereka dalam mengelola perusahaan airnya. Prestasi teknologi SCADA ini telah banyak meraih prestasi dan penghargaan dalam dua tahun terakhir.

Benny menjelaskan, ATB memiliki kapasitas produksi dan waduk dengan mengelola enam instalasi pengolahan air (IPA).

“Dari enam IPA tersebut, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang berjumlah lebih dari 280 ribu pelanggan. Keenam tersebut, yakni WTP Sei Harapan, WTP Sei Ladi, WTP Nongsa, WTP Muka kuning, WTP Tanjung Piayu, dan WTP Duriangkang,” ujar Benny.

“DAM Tembesi memberikan suplay air Duriangkang sebanyak 36.982 pelanggan, Batuaji 94.117 pelanggan, Mukakuning  57.135 pelanggan.”

Untuk sambungan baru area Batuaji-Tanjung Uncang dan kategori industri yakni Sagulung-Tanjung uncang. Sementara untuk keluhan suplay air area Batu Aji-Tanjung uncang per triwulan 2018, Area Batuaji-Tanjung Uncang Januari hingga Desember 2018.

ATB Tak Terganti “Melayani Kini Dan Nanti”

Taufik Ch

Editor : Iskandar

Komentar Anda



FANINDO
DEWAN PERS WARTAKEPRI

PEMPROV KEPRI
DPRD BATAM
PEMKO BATAM
DPRD ANAMBAS
PEMKAB ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
DPRD KARIMUN
PEMKAB KARIMUN
DPRD LINGGA
PEMKAB LINGGA