Oknum Anggota Polisi Menjadi Penadah Motor Curian Dari Komplotan Maling



PKP DREAMLAND

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Seorang Oknum Polisi, Bripda ADN alias Rangga dihadapkan persidangan di Pengadilan Negeri Kota Batam. Sidang tersebut diagendakan sebagai sidang pemeriksaan terhadap para saksi, dan para terdakwa.

Keempat terdakwa terdiri dari ADN alias Rangga, Hendra Agusti Saputra, Aulia Reza dan Fajar Sidik.

Dalam sidang kesaksian saksi penangkap Zaibul mengatakan bahwa ADN sebagai penadah motor hasil curian.

“Awal mulanya Aulia sebagai perantara penadah ditangkap oleh jajaran Reskrim Polda Kepri. Melalui tahap pengembangan maka dapatlah ADN sebagai Penadah,” kata Zaibul.

Zaibul menceritakan kedatangan ADN ditelpon dan datang ketemu untuk melakukan transaksi pembelaan motor hasil curian. “Kita bertemu di Nongsa dan langsung diamankan,” ucap Zaibul.

Masih menurut Zaibul setelah ditangkap ADN mengakui dirinya sebagai anggota kepolisian di Kepri.

“Ternyata benar ADN anggota aktif,” tambah Zaibul.

Zaibul menerangkan bahwa ADN membeli motor hasil curian dari Aulia dengan harga lima ratus ribu rupiah. Motor tersebut jenis Yamaha Mio berwarna putih dengan nomor polisi BP 5933 GJ.

“Motor tersebut dicuri oleh Aulia bersama Fajar Sidik dari daerah kecamatan Lubuk Baja yang pada akhirnya diketahui milik wanita bernama Wan Hermawati,” terang Zaibul.

Zaibul memaparkan bahwa Agung menjual motor tersebut seharga satu juta rupiah kepada dirinya.

“Jika usaha bisnis gelap oknum berjalan dengan lancar maka akan mendapatkan keuntungan lima ratus ribu rupiah,” terang Zaibul.

Zaibul menjelaskan bukan hanya satu unit motor saja dijualkan kepada ADN. “Semua muara hasil pencurian motor ditampung oleh ADN,” tutup Zaibul.

Dalam kesempatan yang sama sebagai saksi, Wan Hermawati mengatakan akibat perbuatan empat terdakwa Komplotan pelaku kejahatan curanmor membuat dirinya merugi.

“Kurang lebih enam juta rupiah kerugian yang saya alami secara materi dan secara immateril sangat banyak,” ucap Wan Hermawati.

Hermawati menceritakan motor scoop miliknya diambil dari halaman rumah di tanjung Uma, Batuampar.

“Kehilangan motor membuatnya sulit melakukan aktifitas sehari-hari,” tutup Wan Hermawati. (Joni Pandiangan)

Editor : Dedy Suwadha



DEWAN PERS WARTAKEPRI PEMPROV KEPRI
DPRD KEPRI
PEMKO BATAM
DPRD BATAM
PEMKAB ANAMBAS
DPRD ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
PEMKAB KARIMUN
PEMKAB LINGGA
DPRD
WIRARAJA