Terdakwa Gaudensius Cerita Subardan alias Kriting yang Kasih dan Jebak Ambil Sabu

Terdakwa Gaudensius Cerita Subardan alias Kriting yang Kasih dan Jebak Ambil Sabu





WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Sidang pemeriksaan terdakwa Gaudensius Andriano Balimula yang ditangkap oleh jajaran satuan Narkoba Polresta Barelang diyakini oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kota Batam sebagai sebuah rekayasa, Selasa (25/06/2019).

Tertangkapnya Gaudensius Andriano Balimula dengan barang bukti Narkotika jenis sabu seberat 990 gram merupakan rekayasa. Gaudensius ditangkap di Mega Legenda, Batam Centre (23/02/2019).

Dalam sidang pemeriksaan terhadap terdakwa Gaudensius Andriano Balimula mengatakan dirinya mengenal Subardan alias Kriting sudah dua bulan dan pernah mengkonsumsi sabu bersama.

“Subardan sering datang berkunjung di Ruko yang merupakan warnet yang menjadi tempat kerja dan tempat tinggal (mess). Setiap kali Subardan datang ke warnet selalu menanyakan Petrus,” cerita Gaudensius menerangkan saat persidangan.

Gaudensius menjabarkan bahwa dirinya kenal dengan Subardan sekitar dua bulan dari seorang teman yang bernama Petrus. “Petrus itu security di Mega legenda jadi hampir setiap hari bertemu,” kata Gaudensius.

Gaudensius pernah menggunakan sabu yang diterima dari Subardan melalui Petrus. “Sudah dua kali dapat sabu dan kami bersama-sama menggunakannya,” kata Gaudensius.

Gaudensius menerangkan pada saat dirinya didatangi oleh Subardan saat istirahat sebab malam hari harus bekerja sebagai penjaga keamanan di warnet tersebut.

“Selanjutnya Subardan langsung mengajak diriku, ayo dek cepat ikut abang,” ujar Gaudensius dihadapan Majelis Hakim mengenang proses dirinya dijebak Gaudensius.

Gaudensius memaparkan bahwa di perjalanan tepatnya dalam mobil Subardan memerintahkan saya turun untuk mengambil sesuatu yang tidak saya ketahui sembari dia menelepon seseorang yang tidak saya ketahui. “Siap sudah sampai,” kata Gaudensius mencontohkan kejadian tersebut.

Gaudensius menerangkan sampai di lokasi tempat ditangkap Subardan menyuruh turun. “Turun kamu Adek, tolong ambilkan suatu barang di bawah terpal itu! Pintu mobil tidak usah di tutup,” ujar Gaudensius.

Gaudensius menambahkan bahwa dirinya melaksanakan apa yang diperintahkan Subardan. Pada saat itu saya salah buka terpal maka lalu Subardan mengarahkan diriku dari dalam mobil.

“Terpal yang itu adek dibuka dan ambil barang di bawahnya,” tambahnya.

Masih menurut Gaudensius bahwa dirinya dengan jujur tidak ada rasa curiga terhadap tempat tersebut digunakan untuk menyimpan sabu-sabu. Setiap harinya tempat itu digunakan pedagang es kelapa.

“Ketika saya membuka terpal dan saya memegang tas anak-anak berwarna merah jambu langsung saya mendengar tembakan dan ada perintah jangan bergerak,” ucap Gaudensius mencontohkan peringatan dan gerakan Polisi saat menangkap dirinya.

Menurut penuturan Gaudensius saat tembakan peringatan yang dikeluarkan Polisi langsung Subardan melarikan diri tanpa dikejar oleh pihak Polisi.

“Jarak mobil Subardan dan tempat saya ditangkap hanya kurang lebih tiga meter. Aneh kenapa saya bisa ditangkap tetapi Subardan di biarkan,” tanya Gaudensius.

Gaudensius mengatakan sangat kecewa terhadap semua kejadian yang telah mengantarkan dirinya mendekam di balik jeruji besi.

Komentar Majelis Hakim

Dalam kesempatan yang sama Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kota Batam, Marta Napitupulu menasehati Gaudensius supaya lebih berhati-hati dalam memilih teman.

“Kalau sudah mengetahui teman berada dalam jaringan narkoba tolong dijauhi supaya tidak menjadi korban,” kata Marta Napitupulu menasehati terdakwa saat persidangan.

Marta Napitupulu meyakini hal tersebut sebuah rekayasa untuk menjebak Gaudensius.Seketika Marta Napitupulu memerintahkan Jaksa Penuntut Umum, Immanuel untuk mempertimbangkan kasus tersebut.

“Jaksa Penuntut Umum perhatikan ini kasus bukan masalah barang bukti tetapi ini rekayasa, jadi tolong pertimbangkan dengan bijaksana. Kalau untuk bebas Gaudensius itu tidak mungkin sebab Subardan sampai hari ini belum juga bisa ditangkap,” ujar Marta Napitupulu saat persidangan.

Dengan kesempatan yang sama hakim anggota Reni Pitua Ambarita mengatakan kepada terdakwa bahwa dunia ini kejam adek.

“Hati-hati dalam pergaulan, banyak-banyak kamu berdoa dan jangan lupa doa novena supaya kamu dibantu Tuhan dalam menghadapi perkara ini,” kata Pitua sebab mengetahui terdakwa beragama Katolik.

Reni Pitua Ambarita mengatakan jangan lagi mengkonsumsi narkoba. “Ingat adek ketika Subardan berikan kamu sabu melalui Petrus itu bukan gratis, sebab tidak ada yang gratis,” nasehat Reni.

Dalam kesempatan yang sama Jaksa Penuntut Umum, Immanuel mengatakan dengan tegas bahwa akan mempertimbangkan dengan bijaksana perkara yang menjerat Gaudensius.

“Perkara tersebut berdasarkan fakta-fakta persidangan ada unsur rekayasa dan dijebak walaupun Gaudensius secara langsung tertangkap tangan,” ujar Immanuel usai persidangan.

Menurut Penasehat Hukum terdakwa, Matheus Mamun Sare mengatakan seharus aparatur Negara bekerja professional.

“Melihat perkara yang dihadapi oleh Gaudensius selaku kliennya merupakan sebuah tanda Negara melalui aparatur Negara akan menciptakan penjahat baru,” ucap Matheus.

Matheus mengatakan terdakwa Gaudensius Andriano Balimula pernah mengkonsumsi narkoba lalu dalam kasus ini akan mengajarkannya untuk menjadi bandar narkoba.

“Apabila benar-benar aparatur dan lembaga Pemerintahan ingin memberantas narkoba maka jangan jebak masyarakat menjadi pemilik atau bandar atau kurir. Kalau dia pengguna narkoba tolong rehabilitasi bukan dipenjarakan,” tegas Matheus.

Masih menurut Matheus bahwa Gaudensius saat ini telah didik oleh aparatur Negara menjadi mafia besar narkoba. “Semoga tidak ada Gaudensius, Gaudensius lainnya yang mengalami nasib buruk dengan direkayasa kasus-kasusnya,” tutup Matheus. (Joni Pandiangan)



PKP DREAMLAND

FANINDO

DEWAN PERS WARTAKEPRI

PEMPROV KEPRI
PEMKO BATAM
PEMKAB ANAMBAS
DPRD ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
PEMKAB KARIMUN
PEMKAB LINGGA
DPRD
WIRARAJA