Be-Kraf "Batam-Badan Ekonomi Kreatif" Sosialisasi Platform "BISMA" ke Pelaku Ekraf Batam – WartaKepri.co.id
9 views

Be-Kraf “Batam-Badan Ekonomi Kreatif” Sosialisasi Platform “BISMA” ke Pelaku Ekraf Batam

Batam-Badan Ekonomi Kreatif



PKP DREAMLAND

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Be-Kraf kembali menyelenggarakan rangkaian kegiatan BIGGER (BISMA Goes To Get Member) 2019 bertempat di Aston Batam Hotel, Kota Batam pada Kamis (29/8/2019).

Batam merupakan kota ketujuh pelaksanaan BIGGER di tahun ini setelah Bogor, Malang, Palembang, Padang, Banyuwangi dan Mataram. BIGGER merupakan program sosialisasi platform BISMA (BEKRAF Information System in Mobile Application) kepada pelaku ekraf di Indonesia.

BISMA sendiri merupakan platform bagi pelaku ekraf mendaftarkan diri maupun usahanya ke database resmi Bekraf. Aplikasi ini dapat diunduh melalui android maupun ios atau melalui website BISMA https://bisma.bekraf.go.id/

“BISMA dibangun dengan tujuan mendukung kepentingan pemerintah memperoleh data mikro ekonomi kreatif untuk menunjang perkembangan ekraf nasional. Sehingga kedepannya data ini dapat kami jadikan acuan untuk menyusun berbagai program maupun kebijakan yang tepat bagi para pelaku ekraf di masing-masing daerah” ujar Direktur Riset dan Pengembangan Bekraf, Papar Direktur Riset dan pengembangan BeKraf Wawan Rusiawan, saat menghadiri kegiatan BIGGER Batam, Kamis (29/8/2019).

Keuntungan lain dengan adanya BISMA bagi pelaku ekraf di antaranya Be Updated dimana pelaku ekraf bisa mendapatkan informasi dan agenda terkini seputar kegiatan ekonomi kreatif yang difasilitasi oleh Bekraf. Be Marketed karena BISMA menyediakan etalase untuk memperkenalkan produk-produk ekonomi kreatif.

Be Supported dimana pelaku kreatif yang terdaftar menjadi prioritas utama memperoleh dukungan dan bantuan investasi bagi pelaku ekonomi kreatif.

Be Integrated di mana usaha pelaku ekraf terintegrasi dalam database Bekraf, sekaligus terhubung dengan jejaring investor usaha kreatif di Indonesia.

Keuntungan lainnya adalah Be Engaged dimana pelaku kreatif dapat terlibat langsung memberikan masukan melalui kuesioner online di BISMA untuk menyusun kebijakan yang terkait dengan pengembangan ekonomi kreatif nasional.

Wawan menambahkan, saat ini tercatat lebih dari 48.593 pelaku ekraf di Indonesia yang sudah terdaftar di platform BISMA. Namun angka ini masih jauh lebih kecil dibandingkan data Badan Pusat Statistik (BPS, 2016) yang mencacat terdapat 8,2 juta jumlah usaha ekraf yang tersebar d seluruh Indonesia.

Di Kepulauan Ríau sendiri terdapat 34.562 jumlah pelaku usaha, namun baru 311 jumlah usaha kreatif yang mendaftar melalui platform BISMA (Bekraf, BPS 2017).

Untuk itu Bekraf menilai perlunya mendata secara rinci pelaku ekonomi kreatif dan usaha yang digeluti melalui sebuah platform khusus sehingga pelaku ekraf nasional bisa dipetakan secara mikro.

Batam yang merupakan bagian dari Kepulauan Riau menjadi salah diselenggarakannya rangkaian BIGGER 2019 karena merupakan pintu gerbang pariwisata utama ketiga di Indonesia, setelah Bali dan Jakarta. 2,25 juta orang atau sekitar 25 % dari jumlah wisatawan asing di Indonesia masuk melalui Batam.

Oleh karena itu, Bekraf menilai pertumbuhan ekonomi Batam banyak disokong oleh sektor ekonomi kreatif. satu lokasi Selain menyosialisasikan BISMA kepada pelaku ekraf Batam, rangkaian kegiatan BIGGER ini juga dimaksudkan untuk memberikan fasilitasi pengembangan kapasitas mengenai pengemasan produk, pemasaran produk, teknik fotografi komersil hingga pengelolaan keuangar memperkenalkan program-program Bekraf lain yang mampu mengakselerasi perkembangar ekraf nasional.

Kegiatan ini dibuka Direktur Riset dan Pengembangan Bekraf, Wawan Rusiawan. Dalam kesempatan tersebut turut hadir Kadis pariwisata Kota Batam Ardiwinata, Kasubdit Informasi dan Pengolahan Data, Maman Rahmawan Financial Planner, Mada Aryanugraha; Creative; Head of Production Infinite Studio, Ghea Lisanova; Praktisi Fotografi Produk, Andrie POT Branding House, Bayu Rengga Mauludy Radian dan Owner of Namaaz Dining, Adrian Ishak.

BIGGER menargetkan lebih dari 300 pelaku Ekraf Kota Batam dan sekitarnya menghadiri kegiatan ini dan ikut mendaftarkan usahanya ke BISMA. Melalui kegiatan ini Bekraf berharap dapat memperoleh data mikro yang valid mengenai data ekonomi kreatif untuk mendorong akselerasi ekonomi kreatif Indonesia melalui pemetaan program dan kebijakan yang tepat, sesuai dengan kebutuhan pelaku ekraf di masing-masing wilayah.

Tentang Bekraf Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) adalah lembaga pemerintah non-kementerian yang bertanggung jawab di bidang ekonomi kreatif.

Saat ini, Kepala Bekraf dijabat oleh Triawan Munaf. Bekraf mempunyai tugas membantu Presiden RI dalam merumuskan, menetapkan, mengoordinasikan, dan sinkronisasi kebijakan ekonomi kreatif di bidang aplikasi dan game developer, arsitektur, desain interior, desain komunikasi visual, desain produk, fashion, film animasi dan video, fotografi, kriya, kuliner, musik, penerbitan, periklanan, seni pertunjukan, seni rupa, dan televisi serta radio.(*)

Kiriman : Amrullah

Pendapat Anda



FANINDO
DEWAN PERS WARTAKEPRI
WIRARAJA


PEMPROV KEPRI
DPRD BATAM
PEMKO BATAM
DPRD ANAMBAS
PEMKAB ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
DPRD KARIMUN
PEMKAB KARIMUN
DPRD LINGGA
PEMKAB LINGGA